Nyeri dada adalah keluhan umum yang sering membawa pasien ke UGD dan bisa menjadi tantangan diagnostik bagi dokter. Spektrum penyebabnya sangat luas, mulai dari kondisi benigna hingga kegawatdaruratan yang mengancam jiwa. Oleh karena itu, kemampuan untuk melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang cermat serta memahami diagnosis banding adalah kunci utama dalam tatalaksana pasien nyeri dada.
Tujuan utama penegakan diagnosis pada nyeri dada adalah untuk menyingkirkan penyebab-penyebab yang mengancam nyawa sesegera mungkin, seperti Sindrom Koroner Akut (SKA), Diseksi Aorta, Emboli Paru, dan Pneumotoraks Tension.
Saat menghadapi pasien nyeri dada, fokuskan anamnesis pada karakteristik nyeri menggunakan akronim PQRST:
Selain itu, tanyakan juga gejala penyerta (sesak napas, palpitasi, mual, muntah, diaforesis, sinkop) dan faktor risiko pasien (hipertensi, diabetes, dislipidemia, riwayat merokok, riwayat keluarga penyakit jantung).
| Penyebab | Lokasi | Karakter | Faktor Pencetus/Pemberat | Faktor Pereda | Gejala Penyerta | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Angina Pektoris Stabil | Retrosternal, dapat menjalar ke lengan kiri, rahang, leher, punggung | Berat, tertekan, diremas, seperti diikat | Aktivitas fisik, stres emosional, udara dingin, makan berat | Istirahat, nitrat sublingual | Dispnea, diaforesis (jarang), mual (jarang) | |
| Sindrom Koroner Akut (SKA) | Retrosternal, menjalar seperti angina | Sama seperti angina, namun lebih berat, durasi >20 menit | Seringkali tanpa pencetus, dapat saat istirahat | Nitrat sublingual mungkin tidak meredakan atau hanya parsial | Dispnea, mual, muntah, diaforesis, palpitasi, pingsan | |
| Perikarditis Akut | Retrosternal, prekordial kiri, dapat menjalar ke bahu kiri/punggung | Tajam, menusuk, pleuritik (bertambah saat inspirasi dalam/batuk) | Berbaring telentang, inspirasi dalam, batuk | Duduk membungkuk ke depan, NSAID | Demam, malaise, gesekan perikard (friction rub) | |
| Diseksi Aorta | Dada anterior, dapat menjalar ke punggung (interscapular) | Sangat tajam, robek, tiba-tiba, intensitas maksimal sejak awal | Hipertensi, trauma | Tidak ada | Sinkop, defisit neurologis, perbedaan tekanan darah antar lengan, pulsasi asimetris | |
| Emboli Paru | Dada lateral, pleuritik | Tajam, pleuritik | Inspirasi dalam, batuk | Tidak ada | Dispnea mendadak, takikardia, takipnea, hemoptisis, sinkop, tanda DVT | |
| Pneumotoraks | Dada unilateral, pleuritik | Tajam, mendadak, menusuk | Inspirasi dalam, batuk | Tidak ada | Dispnea mendadak, takikardia, takipnea, asimetri dada, penurunan suara napas | |
| Pleuritis | Dada unilateral, pleuritik | Tajam, menusuk | Inspirasi dalam, batuk, gerakan | Menahan napas, NSAID | Batuk, demam (tergantung etiologi), gesekan pleura | |
| GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) | Retrosternal, epigastrium | Terbakar, panas | Makan pedas/berlemak, berbaring setelah makan, membungkuk | Antasida, PPI | Regurgitasi asam, disfagia, batuk kronis | |
| Spasme Esofagus | Retrosternal | Menekan, diremas, dapat mirip angina | Makan/minum sangat dingin/panas, stres | Nitrat sublingual (dapat meredakan), antispasmodik | Disfagia, regurgitasi | |
| Kostokondritis/Tietze Syndrome | Sendi kostokondral/kostosternal, terlokalisir | Tajam, menusuk, nyeri tekan lokal | Gerakan dada, batuk, palpasi area nyeri | Istirahat, NSAID, kompres hangat | Nyeri tekan terlokalisir pada sendi kosta | |
| Nyeri Dinding Dada (Muskuloskeletal) | Terlokalisir pada otot/tulang dada | Tumpul, pegal, tajam | Gerakan tertentu, batuk, palpasi area nyeri | Istirahat, NSAID, kompres hangat | Nyeri tekan terlokalisir, riwayat trauma/aktivitas berat | |
| Gangguan Panik/Anxietas | Prekordial, bervariasi | Tumpul, menusuk, sensasi aneh | Stres, situasi tertentu | Relaksasi, obat ansiolitik | Palpitasi, sesak napas, pusing, tremor, parestesia, rasa takut/celaka |
Setelah anamnesis dan pemeriksaan fisik, beberapa pemeriksaan penunjang awal yang krusial untuk menyingkirkan kondisi gawat darurat adalah:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi