Neuritis Optik adalah peradangan pada saraf optik (nervus optikus) yang menyebabkan penurunan tajam penglihatan secara akut atau subakut. Kondisi ini seringkali unilateral dan dapat menjadi manifestasi awal dari penyakit demielinasi seperti Multiple Sclerosis (MS).
Penyebab neuritis optik bervariasi, namun yang paling sering adalah idiopatik atau terkait dengan demielinasi. Pada kasus demielinasi, sistem imun menyerang selubung mielin saraf optik, mengganggu transmisi sinyal visual dari mata ke otak.
Atrofi Optik adalah kondisi degeneratif yang ditandai dengan hilangnya serat saraf optik dan gliosis, yang merupakan konsekuensi akhir dari berbagai kerusakan pada saraf optik. Ini bukan penyakit primer, melainkan tanda dari kerusakan saraf optik sebelumnya.
Atrofi optik terjadi ketika akson saraf optik mengalami kerusakan permanen dan tidak dapat beregenerasi. Ini bisa disebabkan oleh:
Retinitis Pigmentosa (RP) adalah sekelompok penyakit genetik degeneratif retina progresif yang ditandai oleh hilangnya fotoreseptor (terutama sel batang) dan epitel pigmen retina. Kondisi ini menyebabkan gangguan penglihatan malam dan penyempitan lapang pandang.
RP disebabkan oleh mutasi pada berbagai gen yang berperan dalam fungsi sel fotoreseptor atau epitel pigmen retina. Pola pewarisan bisa autosomal dominan, autosomal resesif, atau X-linked.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi