Etiologi pasti Multiple Myeloma belum diketahui. Namun, beberapa faktor risiko telah teridentifikasi:
Patofisiologi Multiple Myeloma melibatkan beberapa mekanisme utama:
Manifestasi klinis Multiple Myeloma sering disingkat dengan akronim CRAB:
Manifestasi lain yang mungkin terjadi:
Diagnosis Multiple Myeloma ditegakkan berdasarkan kriteria International Myeloma Working Group (IMWG). Diperlukan adanya:
Pemeriksaan penunjang esensial untuk diagnosis dan staging Multiple Myeloma meliputi:
Staging Multiple Myeloma penting untuk menentukan prognosis dan panduan terapi. Sistem yang paling umum digunakan adalah Revised International Staging System (R-ISS).
| R-ISS Stage | Kriteria |
|---|---|
| Stage I | ISS Stage I (Beta-2 mikroglobulin <3.5 mg/L dan Albumin ≥3.5 g/dL) DAN Sitogenetik standar risiko DAN LDH normal. |
| Stage II | Tidak memenuhi kriteria Stage I atau Stage III. |
| Stage III | ISS Stage III (Beta-2 mikroglobulin ≥5.5 mg/L) ATAU Sitogenetik risiko tinggi ATAU LDH tinggi. |
Sitogenetik Risiko Tinggi meliputi del(17p), t(4;14), t(14;16).
Penting untuk membedakan Multiple Myeloma dari kondisi lain yang mungkin memiliki gambaran serupa:
| Kondisi | Karakteristik Pembeda |
|---|---|
| Monoclonal Gammopathy of Undetermined Significance (MGUS) |
|
| Smoldering Multiple Myeloma (SMM) |
|
| Plasmacytoma Soliter |
|
| Limfoma/Leukemia | Manifestasi klinis dan temuan biopsi sumsum tulang yang berbeda (jenis sel ganas yang berbeda). |
| Penyakit Tulang Metabolik | Osteoporosis, hiperparatiroidisme dapat menyebabkan lesi tulang, tetapi tanpa M-protein atau sel plasma klonal. |
Tatalaksana Multiple Myeloma bersifat individual, tergantung pada status pasien (eligible/ineligible untuk transplantasi) dan stratifikasi risiko.
Multiple Myeloma dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius:
Prognosis Multiple Myeloma bervariasi secara signifikan dan tergantung pada beberapa faktor, termasuk stadium (R-ISS), respons terhadap terapi, dan karakteristik sitogenetik/molekuler. Kemajuan dalam terapi, terutama dengan diperkenalkannya agen baru dan ASCT, telah secara substansial meningkatkan harapan hidup pasien MM.
Meskipun Multiple Myeloma saat ini umumnya tidak dapat disembuhkan, tujuan tatalaksana adalah mencapai remisi yang dalam dan tahan lama, mengelola komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi