Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri *Mycobacterium leprae* . Penyakit ini telah ada selama berabad-abad dan masih menjadi masalah kesehatan publik di berbagai negara. Yang penting untuk dipahami adalah bahwa kusta sangat bervariasi dalam presentasinya, tergantung pada respons imun tubuh pasien. Pemahaman tentang variasi ini adalah kunci untuk diagnosis dan pengelolaan yang tepat.
*Mycobacterium leprae* adalah bakteri tahan asam, gram positif, dan obligat intraseluler. Karakteristik penting yang perlu Anda ketahui adalah bakteri ini tumbuh optimal pada suhu â¤30 °C, yang berarti bakteri ini menyukai lingkungan yang lebih dingin.
Inilah mengapa lesi kusta cenderung muncul pada area tubuh yang lebih dingin seperti wajah, cuping telinga, ujung jari tangan dan kaki, dan bagian ekstensor lengan dan tungkai. Ini adalah detail penting karena membantu menjelaskan distribusi klinis lesi yang akan Anda lihat pada pasien.
Konsep paling fundamental dalam memahami kusta adalah bahwa severity penyakit ditentukan oleh kekuatan imunitas seluler pasien, bukan hanya oleh jumlah bakteri. Ini adalah konsep terbalik dari banyak penyakit infeksi lainnya, jadi pastikan Anda memahaminya dengan baik.
Ketika pasien memiliki imunitas seluler yang kuat (terutama respon Th1 dengan IL-2 dan TNF-alpha yang tinggi):
Sebaliknya, ketika pasien memiliki imunitas seluler yang lemah (respons Th2 yang dominan):
Bentuk-bentuk borderline menampilkan keseimbangan antara imunitas dan beban bakteri, dengan karakteristik yang berada di antara kedua kutub.
Poin terpenting: Pasien dengan imunitas kuat akan memiliki lesi sedikit tapi inflamasi berat; pasien dengan imunitas lemah akan memiliki lesi banyak tapi inflamasi minimal awal. Ini menjelaskan mengapa kusta lepromatosa terlihat seperti "banyak lesi tidak terlihat akut" sementara kusta tuberkuloid terlihat seperti "sedikit lesi sangat jelas".
Imunitas seluler: Sangat kuat
Karakteristik klinis:
Imunitas seluler: Kuat
Karakteristik klinis:
Imunitas seluler: Seimbang tapi tidak stabil
Karakteristik klinis:
Imunitas seluler: Lemah
Karakteristik klinis:
Imunitas seluler: Sangat lemah/hilang
Karakteristik klinis:
Tabel Perbandingan Cepat:
Diagnosis kusta didefinisikan berdasarkan kriteria klinis dan dapat dipastikan dengan pemeriksaan penunjang. Diagnosis klinis ditetapkan ketika ditemukan satu atau lebih dari kriteria berikut:
Untuk melengkapi diagnosis, anamnesis yang baik meliputi:
Untuk mengidentifikasi bakteri, diambil sampel dari kulit yang telah dikerok menggunakan scalpel. Sampel ini dipulas dan diwarnai menggunakan Ziehl-Neelsen atau modifikasinya Fite-Farraco untuk mendeteksi basil tahan asam (AFB). Bakteri *Mycobacterium leprae* akan tampak sebagai basil merah magenta terhadap latar belakang biru.
Biopsi kulit memberikan informasi paling detail tentang tipe kusta:
Indeks Bakteri (BI): Menilai kepadatan AFB per 100 lapang pandang dengan skala 0â6+. Nilai ini membantu menentukan tipe (PB vs MB) dan mengukur respons terapi.
Indeks Morfologi (IM): Menilai persentase bentuk bakteri yang solid (masih vital) versus nonsolid (mati). IM lebih penting untuk memantau efektivitas terapi.
Untuk keperluan terapi, kusta diklasifikasikan menjadi dua kelompok:
PB (Paucibacillary) Sedikit Bakteri:
MB (Multibacillary) Banyak Bakteri:
Obat-obatan:
Total: 12 dosis rifampisin dengan dapsone dan clofazimine harian selama 12 bulan
Selama pengobatan, pasien harus diedukasi tentang efek samping agar tidak menghentikan obat sendiri:
Pengawasan obat sangat penting untuk memastikan kepatuhan dan menghindari efek samping.
Ini adalah komplikasi paling serius yang menyebabkan kecacatan permanen:
Kerusakan saraf dapat terjadi sebelum, selama, atau setelah pengobatan. Itulah mengapa deteksi dini dan pengobatan segera sangat penting.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi