Mola Hidatidosa

Mola hidatidosa adalah penyakit yang disebabkan karena ada kelainan pada vili khorionik. Pada topik ini akan dibahas lebih dalam mengenai mola hidatidosanya, lets check this out!

Definisi

Mola hidatidosa adalah bagian dari penyakit trofoblastik gestasional, yang disebabkan oleh kelainan pada villi khorionik yang disebabkan oleh proliferasi trofoblastik dan edema.

Etiologi

Adanya fertilisasi abnormal pada ovum.

Patofisiologi

Mola Komplit

Gambar 1. Patofisiologi mola komplit

Ovum kosong (tidak memiliki genom), dapat terjadi sebagai berikut:

  1. Monosperma → 1 sperma (23X atau 23 Y) tetap masuk ke ovum kemudian berduplikasi sendiri
  2. Disperma → 2 sperma masuk ke ovum yang kosong dalam waktu yang bersamaan membentuk 46XX atau 46XY

Mola Inkomplit

Gambar 2. Patofisiologi mola inkomplit

Ovum memiliki genom, dapat terjadi sebagai berikut:

  1. Fertilisasi oleh 2 sperma sekaligus sehingga embryo menjadi triploid (69XXX, 69XXY, atau 69XYY)
  2. Fertilisasi oleh 1 sperma diploid (sperma abnormal)

Penegakan Diagnosis

  • Anamnesis
    • Perdarahan pervaginam berupa bercak hingga berjumlah banyak
    • Mual dan muntah hebat
    • Ukuran uterus lebih besar dari usia kehamilan
    • Nyeri perut
    • Keluar jaringan seperti anggur, tidak ada janin
    • Takikardi, berdebar-debar (tandatanda tirotoksikosis)
    • Tanyakan terkait faktor resiko: usia (kehamilan terlalu tua atau muda), riwayat kehamilan mola sebelumnya, penggunaan kontrasepsi oral.
  • Pemeriksaan Fisik
    • Uterus lebih besar dari usia kehamilan
    • Dapat keluar jaringan seperti anggur
    • Serviks terbuka
    • Tidak ditemukan janin intrauterin
  • Pemeriksaan Penunjang
    • Beta HCG kuantitatif → biasanya >100.000 mIU/mL
    • Darah lengkap → menilai anemia
    • Kadar hormon tiroid
    • USG
      • Mola inkomplit

Gambar 3. Honeycomb appearance 

      • Mola komplit

Gambar 4. Snowflake / snowstorm appearance

    • Rontgen thorax
    • Histologi → dilakukan rutin, untuk memastikan bukan suatu keganasan
      1. Komplit: edema villi, hiperplasia trofoblas, pembuluh darah janin (-)
      2. Parsial: Jaringan janin (+), pembuluh darah janin (+)
  • Diagnosis Banding
    1. Gestasional trofoblastik neoplasma
    2. Koriokarsinoma

Tatalaksana

Tatalaksana Umum

  • Jika servix tertutup, pasang batang laminaria selama 24 jam untuk mendilatasi servix
  • Siapkan darah untuk transfusi, terutama pada mola berukuran besar

Tatalaksana Khusus

  • Evakuasi dengan aspirasi vakum manual (AVM)
  • Infus oksitosin 10 unit dalam 500 ml NaCl 0,9% atau RL, kecepatan 40-60 tpm untuk mencegah perdarahan
  • Anjurkan kontrasepsi hormonal bila masih ingin punya anak, tubektomi bila ingin menghentikan kesuburan.

Referensi

  1. Cunningham, F.G. et al. 2014. Williams obstetrics. 24th edn. New York, NY: McGraw Hill.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan. Jakarta: Kemenkes RI.
Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds