Mioma Uteri (leiomioma atau fibroid) adalah tumor jinak (benign) yang berasal dari otot polos uterus (miometrium) dan jaringan ikat. Mioma merupakan tumor pelvis tersering pada wanita usia reproduktif.
Klasifikasi mioma uteri berdasarkan lokasi:
Etiologi mioma uteri belum sepenuhnya dipahami, namun diduga kuat dipengaruhi oleh hormon dan faktor genetik.
Faktor Etiologi:
Faktor Risiko:
Sebagian besar mioma uteri (sekitar 50-80%) bersifat asimtomatik dan ditemukan secara kebetulan saat pemeriksaan panggul atau pencitraan.
Jika bergejala, keluhan yang paling umum meliputi:
Diagnosis mioma uteri ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Anamnesis:
Pemeriksaan Fisik:
Pemeriksaan Penunjang:
Tatalaksana mioma uteri bersifat individual, tergantung pada usia pasien, keinginan memiliki anak, ukuran dan lokasi mioma, serta gejala yang timbul.
1. Observasi (Watchful Waiting):
2. Tatalaksana Medis:
3. Tatalaksana Bedah:
Kanker Serviks adalah keganasan yang berasal dari sel-sel epitel serviks uteri. Hampir seluruh kasus (sekitar 99%) disebabkan oleh infeksi persisten Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi.
Kanker serviks merupakan salah satu kanker tersering pada wanita di seluruh dunia, dan di Indonesia menempati urutan kedua setelah kanker payudara. Kondisi ini memiliki potensi pencegahan yang tinggi melalui vaksinasi HPV dan skrining rutin.
Etiologi Utama:
Faktor Risiko Lain (ko-faktor):
Kanker serviks berkembang secara bertahap melalui serangkaian perubahan prakanker pada sel-sel epitel serviks, yang dikenal sebagai Cervical Intraepithelial Neoplasia (CIN) atau lesi intraepitel skuamosa (SIL).
Pada stadium awal, kanker serviks seringkali asimtomatik. Gejala umumnya muncul pada stadium lanjut.
Manifestasi Klinis:
Stadium Kanker Serviks (FIGO Staging):
| Stadium | Deskripsi |
|---|---|
| Stadium I | Kanker terbatas pada serviks. |
| Stadium IA | Kanker mikroskopis, hanya dapat didiagnosis secara histopatologi. |
| Stadium IB | Kanker invasif yang terlihat secara klinis atau lebih besar dari IA. |
| Stadium II | Kanker telah menyebar melampaui uterus tetapi belum sampai ke dinding panggul atau sepertiga bawah vagina. |
| Stadium III | Kanker telah menyebar ke dinding panggul dan/atau sepertiga bawah vagina, dan/atau menyebabkan hidronefrosis/ginjal tidak berfungsi, dan/atau melibatkan kelenjar getah bening regional. |
| Stadium IV | Kanker telah menyebar ke kandung kemih, rektum, atau organ jauh (metastasis jauh). |
Diagnosis kanker serviks ditegakkan melalui skrining, pemeriksaan fisik, dan biopsi.
Skrining Kanker Serviks:
Pemeriksaan Diagnostik:
Pemeriksaan untuk Staging (jika ada diagnosis kanker):
Tatalaksana kanker serviks sangat bergantung pada stadium penyakit, usia pasien, dan kondisi kesehatan umum.
1. Lesi Prakanker (CIN 1, CIN 2, CIN 3/HSIL):
2. Kanker Invasif:
Kanker serviks adalah salah satu kanker yang paling dapat dicegah.
1. Vaksinasi HPV:
2. Skrining Rutin:
3. Perilaku Seksual Aman:
4. Berhenti Merokok:
5. Edukasi Kesehatan:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi