Etiologi miokarditis sangat beragam, namun yang paling umum adalah infeksi virus.
Patofisiologi miokarditis melibatkan respons imun terhadap agen pemicu yang menyerang miosit jantung. Prosesnya dapat dibagi menjadi beberapa fase:
Gejala miokarditis sangat bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan dan etiologinya. Seringkali didahului oleh infeksi virus prodromal (misalnya gejala flu like syndrome).
Diagnosis miokarditis memerlukan kombinasi data klinis, laboratorium, EKG, dan pencitraan. Diagnosis definitif memerlukan biopsi endomiokardial.
Miokarditis dapat menyerupai kondisi lain yang menyebabkan nyeri dada atau disfungsi jantung.
| Kondisi | Poin Pembeda Kunci |
|---|---|
| Infark Miokard Akut (IMA) | Nyeri dada tipikal angina, perubahan EKG iskemik (elevasi ST persisten), peningkatan troponin yang lebih cepat dan tinggi, tidak ada riwayat infeksi prodromal, koroner biasanya normal pada miokarditis (kecuali miokarditis dengan spasme koroner). |
| Perikarditis Akut | Nyeri dada pleuritik yang memburuk saat berbaring, membaik saat duduk condong ke depan. EKG menunjukkan elevasi ST difus dengan PR depresi. Troponin bisa sedikit meningkat jika ada mioperikarditis. |
| Takotsubo Cardiomyopathy (Stress-Induced Cardiomyopathy) | Biasanya dipicu oleh stres emosional atau fisik berat. Gejala mirip IMA, EKG perubahan ST-T, peningkatan troponin. Ekokardiografi menunjukkan balon apikal (apical ballooning) tanpa oklusi arteri koroner. |
| Kardiomiopati Dilatasi Idiopatik | Diagnosis eksklusi setelah menyingkirkan penyebab lain. Miokarditis bisa menjadi prekursor kardiomiopati dilatasi. |
Tatalaksana miokarditis bersifat suportif dan bertujuan untuk mengatasi etiologi jika memungkinkan, serta mencegah komplikasi.
Miokarditis dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius:
Prognosis miokarditis sangat bervariasi, mulai dari resolusi spontan tanpa sekuel hingga kematian mendadak atau progresi menjadi gagal jantung kronis.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi