Miastenia Gravis (MG) adalah penyakit autoimun kronis yang ditandai oleh kelemahan otot rangka yang berfluktuasi dan mudah lelah.
Kelemahan ini membaik dengan istirahat dan memburuk dengan aktivitas berulang. MG merupakan gangguan pada transmisi neuromuskular di mana terjadi kerusakan pada reseptor asetilkolin (AChR) di membran postsinaps.
MG disebabkan oleh respons autoimun yang menghasilkan antibodi terhadap komponen pada sambungan neuromuskular. Lebih dari 85% pasien MG memiliki antibodi terhadap reseptor asetilkolin (AChR). Sekitar 5-10% pasien seronegatif untuk anti-AChR namun positif untuk antibodi terhadap Muscle-Specific Kinase (MuSK).
Patofisiologi utama meliputi:
Klasifikasi berdasarkan Myasthenia Gravis Foundation of America (MGFA) membantu dalam menentukan keparahan dan tatalaksana:
Gejala MG bersifat fluktuatif, memburuk dengan aktivitas dan membaik dengan istirahat. Onset bisa akut, subakut, atau kronis. Distribusi kelemahan bervariasi:
Diagnosis MG didasarkan pada kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang:
Beberapa kondisi dapat menyerupai Miastenia Gravis:
| Kriteria | Miastenia Gravis | Sindrom Lambert-Eaton | Botulisme |
| Patofisiologi | Autoantibodi terhadap AChR postsinaps | Autoantibodi terhadap voltage-gated calcium channels (VGCC) presinaps | Toksin botulinum menghambat pelepasan ACh presinaps |
| Kelemahan otot | Memburuk dengan aktivitas, membaik dengan istirahat | Meningkat dengan aktivitas awal (fenomena Lambert) | Progresif, simetris, dimulai dari kepala ke bawah |
| Otot yang sering terkena | Okular, bulbar, ekstremitas proksimal | Ekstremitas proksimal (bahu, panggul) | Okular, bulbar, ekstremitas |
| Refleks tendon | Normal | Menurun atau tidak ada, membaik setelah kontraksi berulang | Menurun atau tidak ada |
| Pupil | Normal | Normal | Dilatasi, fiksasi |
| Gejala otonom | Tidak ada | Mulut kering, hipotensi ortostatik | Mulut kering, konstipasi |
| RNS | Decrement pada frekuensi rendah | Increment pada frekuensi tinggi | Decrement pada frekuensi rendah |
Tatalaksana MG bertujuan untuk mengontrol gejala, mengurangi respons autoimun, dan mencegah komplikasi:
Prognosis: Dengan diagnosis dini dan tatalaksana yang tepat, prognosis MG umumnya baik. Banyak pasien dapat mencapai remisi atau kontrol gejala yang baik, memungkinkan kualitas hidup yang mendekati normal. Namun, beberapa pasien mungkin mengalami bentuk penyakit yang lebih berat atau refrakter.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi