Penyebab meningitis bakterial bervariasi tergantung kelompok usia. Bakteri tersering meliputi:
Bakteri biasanya masuk ke ruang subaraknoid melalui jalur hematogen dari fokus infeksi primer di tempat lain (misalnya nasofaring, paru). Setelah masuk, bakteri akan bereplikasi dan melepaskan toksin, memicu respons inflamasi hebat. Respons ini menyebabkan:
Gejala klasik meningitis sering disebut sebagai trias meningitis:
Gejala lain yang sering ditemukan:
Pemeriksaan fisik dapat menunjukkan:
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, terutama analisis cairan serebrospinal (CSS) melalui punksi lumbal (PL). PL harus dilakukan segera setelah stabilisasi pasien, kecuali ada kontraindikasi.
Setiap pasien dengan dugaan meningitis harus menjalani punksi lumbal.
Ini adalah pemeriksaan kunci untuk diagnosis meningitis. Perbandingan temuan CSS pada berbagai jenis meningitis:
| Parameter | Meningitis Bakterial | Meningitis Viral | Meningitis TB/Fungal |
|---|---|---|---|
| Tekanan Pembukaan | Meningkat sangat tinggi | Normal atau sedikit meningkat | Meningkat |
| Warna | Keruh/purulen | Jernih | Jernih/xantokrom |
| Leukosit | >1000 sel/mm3 (dominan PMN) | <1000 sel/mm3 (dominan limfosit) | 100-500 sel/mm3 (dominan limfosit) |
| Glukosa | <40 mg/dL (rasio CSS/serum <0,4) | Normal | Rendah (<40 mg/dL) |
| Protein | >100 mg/dL | <100 mg/dL (normal/sedikit meningkat) | >100 mg/dL |
| Pewarnaan Gram | Positif (50-90% kasus) | Negatif | Negatif |
| Kultur CSS | Positif | Negatif | Positif (membutuhkan waktu) |
Beberapa kondisi yang memiliki gejala serupa dengan meningitis bakterial:
Meningitis bakterial adalah kegawatdaruratan medis. Tatalaksana harus dimulai sesegera mungkin setelah diagnosis dicurigai, bahkan sebelum hasil kultur CSS keluar (terapi empiris).
Pilihan antibiotik disesuaikan dengan kelompok usia dan faktor risiko:
Setelah hasil kultur dan sensitivitas keluar, antibiotik disesuaikan (terapi definitif).
Meningitis bakterial dapat menyebabkan komplikasi serius, antara lain:
Prognosis meningitis bakterial sangat bervariasi dan bergantung pada beberapa faktor, termasuk usia pasien, bakteri penyebab, kecepatan diagnosis dan tatalaksana, serta ada tidaknya komplikasi. Mortalitas masih tinggi (sekitar 10-30%), bahkan dengan pengobatan yang optimal. Sekitar 20-30% pasien yang sembuh dapat mengalami sekuel neurologis permanen.
Edukasi penting bagi pasien dan keluarga mengenai pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan dan pemantauan komplikasi jangka panjang. Pencegahan meliputi:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi