Materi ini membahas fisiologi sistem integumentum, meliputi peran kulit sebagai reseptor sensasi untuk mendeteksi rasa sakit, suhu, sentuhan, dan getaran melalui ujung saraf sensorik. Dijelaskan pula fungsi kulit sebagai barrier fisik yang melindungi tubuh dari lingkungan eksternal, serta mekanisme regulasi suhu tubuh melalui vasokonstriksi dan vasodilatasi pembuluh darah kulit.
Mekanisme Kulit Sebagai Barrier Fisik
Sistem Integumen merupakan organ terbesar dalam tubuh yang berfungsi sebagai penghalang fisik antara lingkungan eksternal dan lingkungan internal tubuh
Terdiri dari:
Kulit sebagai barrier fisik
Kulit terdiri dari jaringan yang saling terkait erat, dengan setiap lapisan berkontribusi pada kekuatannya.
Tiap bagian dari kulit berperan sebagai barrier fisik:
Mekanisme Kulit Sebagai Reseptor Sensasi
Kulit juga merupakan organ sensoris tubuh yang mampu mendeteksi berbagai rangsangan
Innervasi kulit oleh berbagai ujung saraf sensorik membedakan rasa sakit, suhu, sentuhan, dan getaran.
Mediasi sentuhan dilakukan oleh berbagai jenis reseptor berikut:
Mekanisme Kulit Sebagai Pengatur Suhu
Kulit (terutama kulit berambut) dengan sirkulasi darah berperan dalam regulasi suhu melalui mekanisme vasokonstriksi (pembuluh darah menyempit) dan vasodilatasi (pembuluh darah melebar)
Mekanisme respon kulit terhadap perubahan suhu masing-masing terangkum dalam tabel berikut:
Concept Pages
Berlangganan untuk Melanjutkan Membaca
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.