Keluhan mata merah disertai penurunan visus akut merupakan salah satu kegawatdaruratan oftalmologi yang membutuhkan diagnosis dan tatalaksana cepat. Keterlambatan penanganan dapat berakibat fatal, mulai dari kerusakan struktural mata hingga kehilangan penglihatan permanen.
Pendekatan awal yang sistematis sangat penting untuk membedakan kondisi yang mengancam penglihatan dari kondisi yang lebih jinak.
Saat menghadapi pasien dengan keluhan ini, fokuskan anamnesis dan pemeriksaan fisik pada poin-poin berikut:
Berikut adalah beberapa kondisi kegawatdaruratan utama yang sering menyebabkan mata merah disertai penurunan visus, disajikan dalam tabel untuk memudahkan perbandingan:
| Kondisi | Nyeri | Visus | Konjungtiva/Sklera | Kornea | Pupil | TIO | Tatalaksana Kunci |
| Glaucoma Akut Sudut Tertutup (GASS) | Sangat hebat, unilateral, menjalar ke kepala, mual/muntah. | Menurun drastis, halo. | Injeksi siliar/perikornea (ciliary flush). | Edema (berkabut/steamy), keruh. | Mid-dilatasi, fiks, oval. | Sangat tinggi (>40 mmHg). | Agonis alfa, beta-blocker topikal, diuretik osmotik (manitol), miotik (pilokarpin setelah TIO turun), iridotomi laser/bedah. |
| Keratitis (Bakteri/Jamur/HSV) | Sedang-berat, sensasi benda asing. | Menurun (tergantung lokasi/ukuran ulkus). | Injeksi siliar/perikornea. | Ulkus kornea (infiltrat, defek epitel), lesi dendritik (HSV). | Normal/miosis ringan. | Normal/meningkat ringan. | Antibiotik/antijamur/antivirus topikal, sikloplegik. |
| Uveitis Anterior Akut | Sedang-berat, fotofobia. | Menurun. | Injeksi siliar. | Keratic precipitates (KP). | Miosis, ireguler (sinekhia posterior). | Normal/menurun/meningkat (tergantung etiologi). | Kortikosteroid topikal, sikloplegik. |
| Endoftalmitis | Hebat, progresif. | Sangat menurun drastis. | Injeksi konjungtiva berat, kemosis. | Edema, keruh. | Sulit dinilai. | Normal/menurun. | Injeksi antibiotik intravitreal, vitrektomi (jika berat). |
| Trauma Okuli (Kimia/Tumpul/Tajam) | Bervariasi (hebat pada kimia/tajam). | Bervariasi, bisa drastis (tergantung cedera). | Injeksi, perdarahan subkonjungtiva, luka. | Defek epitel, edema, benda asing, perforasi. | Bisa ireguler, midriasis traumatik, hipema. | Bisa normal/menurun (perforasi)/meningkat (hipema). | Irigasi (kimia), penutupan luka (tajam), sikloplegik, antibiotik, kortikosteroid. |
Prinsip umum tatalaksana pada kasus mata merah dengan penurunan visus akut adalah:
Komplikasi yang dapat terjadi jika penanganan terlambat atau tidak adekuat meliputi:
Prognosis sangat bergantung pada kecepatan dan ketepatan diagnosis serta tatalaksana. Semakin cepat ditangani, semakin baik kemungkinan untuk mempertahankan visus dan fungsi mata.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi