Prostat adalah kelenjar seukuran kacang yang mengelilingi uretra pada laki-laki. Untuk memahami BPH, penting mengerti pembagian anatomis prostat. Prostat terbagi menjadi lima zona berdasarkan lokasi dan karakteristik histologisnya:
Penting untuk diingat bahwa BPH terutama terjadi di zona transisional, meskipun prostat secara keseluruhan dapat terlibat. Pengetahuan ini membantu memahami mengapa BPH menyebabkan obstruksi uretra.
Mekanisme utama BPH melibatkan hormon bernama dihidrotestosteron (DHT). Berikut bagaimana prosesnya:
Testosteron (hormon utama laki-laki) dikonversi menjadi DHT melalui enzim 5α-reduktase dengan bantuan koenzim NADPH. DHT ini kemudian mengikat reseptor androgen pada sel-sel prostat, yang merangsang proliferasi (pertumbuhan) sel prostat.
Inilah mengapa inhibitor 5α-reduktase menjadi terapi penting untuk BPH dengan menghambat enzim ini, kita mengurangi produksi DHT dan memperlambat pertumbuhan prostat.
Seiring bertambahnya usia, terjadi perubahan hormonal yang signifikan pada laki-laki:
Kombinasi faktor-faktor ini menjelaskan mengapa BPH adalah penyakit yang terkait usia dan mengapa kondisi ini jarang terjadi pada pria muda.
BPH juga melibatkan komunikasi antara dua jenis jaringan prostat: stroma (jaringan penghubung) dan epitel (lapisan sel yang melapisi).
DHT dan estradiol merangsang sel stroma untuk mengeluarkan faktor pertumbuhan sinyal kimia yang menyebabkan proliferasi (pertumbuhan) baik sel epitel maupun sel stroma. Ini adalah proses parakrin (komunikasi antar sel lokal) yang penting dalam perkembangan BPH.
Faktor tambahan dalam perkembangan BPH termasuk penurunan kematian sel (apoptosis) yang menurun dengan usia dan peran sel stem dalam regenerasi jaringan prostat.
Gejala-gejala ini terjadi karena prostat yang membesar menekan uretra dan menghambat aliran urine:
Gejala-gejala ini terjadi akibat kandung kemih yang bekerja terlalu keras untuk mengosongkan urine melalui uretra yang terhalang:
Penting diingat bahwa tidak semua pasien dengan gejala LUTS memiliki BPH kondisi lain seperti infeksi saluran kemih, diabetes, atau hiperplasia kandung kemih dapat menyebabkan gejala serupa.
Inhibitor α-adrenergik (misalnya doksazosin, terazosin, tamsulosin) bekerja dengan merelaksasi otot polos pada prostat dan leher kandung kemih, sehingga meningkatkan aliran urine. Terapi ini memberikan relief gejala yang cepat.
Inhibitor 5α-reduktase (finasteride, dutasteride) menghambat konversi testosteron menjadi DHT, sehingga memperlambat atau menghentikan pertumbuhan prostat. Terapi ini membutuhkan waktu 6-12 bulan untuk efek maksimal, tetapi dapat mengurangi ukuran prostat hingga 25-30%.
Fitoterapi ekstrak tumbuhan seperti saw palmetto atau biji labu telah digunakan secara tradisional, meskipun bukti ilmiah terbatas.
Kombinasi terapi inhibitor α-adrenergik dan inhibitor 5α-reduktase dapat diberikan bersama untuk efek yang lebih baik, terutama pada prostat berukuran besar.
Ketika terapi medis gagal atau gejala sangat berat, intervensi operatif diperlukan:
Prosedur lain yang lebih jarang digunakan termasuk elektro-vaporisasi prostat, TUM (transurethral microwave thermotherapy), dan TUBD (transurethral balloon dilation).
Batu kalsium terbentuk karena kadar kalsium urine yang tinggi (hiperkalsuria). Ada dua mekanisme utama:
Hiperkalsuria absorptif terjadi karena gangguan metabolisme kalsium di usus. Tubuh menyerap terlalu banyak kalsium dari makanan, yang kemudian dikeluarkan melalui urine. Kondisi ini sering berhubungan dengan:
Hiperkalsuria renalis terjadi karena kebocoran kalsium pada ginjal. Ginjal gagal untuk reabsorpsi kalsium yang telah disaring dari darah, sehingga kalsium dalam jumlah berlebihan dikeluarkan melalui urine.
Batu oksalat terbentuk karena kadar oksalat urine yang tinggi (hiperoksaluria). Penyebabnya meliputi:
Hiperoksaluria primer gangguan metabolisme yang diwariskan secara autosomal resesif di mana tubuh memproduksi terlalu banyak oksalat. Ini adalah penyebab paling serius dan seringkali menghasilkan batu yang besar dan berulang.
Hiperoksaluria sekunder dapat terjadi karena:
Batu asam urat terbentuk karena kadar asam urat urine yang tinggi atau urine yang terlalu asam. Faktor-faktor penyebabnya meliputi:
Batu yang terletak di dalam ginjal menyebabkan:
Batu ureter (di saluran yang membawa urine dari ginjal ke kandung kemih) menyebabkan:
Batu kandung kemih (di dalam kandung kemih) menyebabkan:
Batu uretra (di saluran kemih yang membawa urine keluar dari tubuh) menyebabkan:
Berbagai pemeriksaan dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi batu saluran kemih:
Batu dapat keluar sendiri (spontan) terutama jika ukurannya kecil. Penatalaksanaan konservatif dilakukan untuk:
Selama penatalaksanaan konservatif, pasien diberikan:
Jika batu tidak keluar spontan atau jika terdapat indikasi tertentu (seperti obstruksi lengkap, infeksi, atau kerusakan ginjal), intervensi diperlukan:
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi