Malrotasi usus adalah kelainan kongenital pada rotasi dan fiksasi usus selama perkembangan embrionik. Kondisi ini menyebabkan usus berada pada posisi abnormal di rongga abdomen, menciptakan mesenterium yang sempit pada pangkalnya dan lebar di ujung.
Struktur anatomi yang tidak normal ini sangat rentan terhadap puntiran atau volvulus, yaitu lilitan usus pada aksis mesenteriumnya sendiri. Volvulus dapat menyebabkan obstruksi usus, iskemia, nekrosis, hingga perforasi usus, menjadikannya kegawatdaruratan bedah.
Malrotasi terjadi akibat kegagalan usus tengah untuk berotasi secara normal (270 derajat berlawanan arah jarum jam) dan berfiksasi pada dinding abdomen posterior selama minggu ke-6 hingga ke-10 kehamilan. Ada beberapa tipe malrotasi:
Anomali rotasi ini menghasilkan:
Ketika volvulus terjadi, pembuluh darah mesenterika (arteri dan vena) ikut terpuntir, menyebabkan:
Gejala malrotasi volvulus bervariasi tergantung usia, namun seringkali muncul pada neonatus dan bayi:
Pada anak yang lebih besar atau dewasa, gejala bisa lebih kronis dan intermiten, seperti nyeri perut berulang, muntah, atau diare.
Diagnosis malrotasi volvulus adalah kegawatdaruratan, memerlukan penegakan cepat:
Beberapa kondisi memiliki gejala serupa dengan malrotasi volvulus, sehingga perlu dibedakan:
| Kondisi | Gejala Kunci | Pencitraan Kunci |
|---|---|---|
| Malrotasi Volvulus | Muntah bilious (kegawatdaruratan!), nyeri perut hebat, distensi, syok. | Upper GI: Corkscrew sign; USG: Whirlpool sign, inversi SMA/SMV. |
| Intususepsi | Nyeri perut kolik intermiten, muntah non-bilious (awalnya), currant jelly stool, massa seperti sosis di abdomen. | USG: Target sign (donut sign), pseudo-kidney sign. |
| Atresia Duodenum/Jejunum | Muntah bilious sejak lahir, distensi perut (terutama atresia jejunum). | Foto polos: Double bubble sign (atresia duodenum). |
| Pyloric Stenosis | Muntah proyektil non-bilious (usia 2-8 minggu), massa seperti zaitun di epigastrium. | USG: Penebalan otot pilorus. |
| Sepsis/Gastroenteritis | Muntah, diare, demam, dehidrasi. Biasanya tanpa tanda obstruksi. | Kultur darah, feses. |
| Necrotizing Enterocolitis (NEC) | Distensi abdomen, intoleransi minum, darah di feses, letargi (terutama bayi prematur). | Foto polos: Pneumatosis intestinalis, portal venous gas. |
Malrotasi volvulus adalah kegawatdaruratan bedah. Tatalaksana harus segera dilakukan untuk mencegah nekrosis usus dan komplikasi fatal.
Komplikasi malrotasi volvulus dapat sangat serius, terutama jika diagnosis dan tatalaksana terlambat:
Prognosis malrotasi volvulus sangat bergantung pada kecepatan diagnosis dan intervensi bedah.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi