Ada lima spesies Plasmodium yang dapat menginfeksi manusia, dengan dua yang paling dominan di Indonesia:
Siklus hidup Plasmodium melibatkan dua inang: manusia (inang perantara) dan nyamuk Anopheles (inang definitif). Pada manusia, siklus terbagi menjadi dua fase utama:
Manifestasi klinis malaria terutama disebabkan oleh fase eritrositik. Pecahnya eritrosit yang terinfeksi melepaskan merozoit dan produk parasit, memicu respons inflamasi sistemik yang menyebabkan demam, menggigil, dan berkeringat. Pada P. falciparum, eritrosit terinfeksi dapat menempel pada endotel vaskular (sitoadherens) dan membentuk sumbatan mikro (rosetting), terutama di organ vital seperti otak, ginjal, dan paru-paru. Hal ini menyebabkan iskemia dan disfungsi organ, yang merupakan dasar dari malaria berat.
Selain itu, terjadi juga hemolisis sel darah merah (baik yang terinfeksi maupun tidak), menyebabkan anemia. Splenomegali dan hepatomegali terjadi akibat peningkatan aktivitas retikuloendotelial untuk membersihkan parasit dan sel darah merah yang rusak.
Gejala umum malaria meliputi:
Malaria Berat didefinisikan oleh WHO dengan adanya salah satu atau lebih komplikasi serius, antara lain:
Diagnosis malaria ditegakkan berdasarkan anamnesis (riwayat bepergian ke daerah endemik), pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium adalah kunci:
Prinsip tatalaksana malaria adalah pemberian obat antimalaria yang efektif dan cepat. Pemilihan obat tergantung pada spesies Plasmodium, tingkat keparahan, dan resistensi obat di daerah endemik.
| Jenis Malaria | Tatalaksana | Catatan Penting |
|---|---|---|
| Malaria Tanpa Komplikasi | ACT (Artemisinin-based Combination Therapy) + Primakuin |
|
| Malaria Berat | Artesunat Intravena (IV) dilanjutkan dengan ACT Oral |
|
| Penting! | Uji Defisiensi G6PD sebelum pemberian Primakuin | Primakuin dapat menyebabkan hemolisis pada pasien dengan defisiensi G6PD. Jika G6PD defisien, Primakuin kontraindikasi atau harus diberikan dengan pengawasan ketat dan dosis disesuaikan. |
Komplikasi malaria umumnya terjadi pada infeksi P. falciparum dan dikenal sebagai malaria berat. Beberapa komplikasi yang sering ditemui:
Pencegahan malaria sangat penting, terutama di daerah endemik. Strategi pencegahan meliputi:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi