Luka bakar adalah jenis cedera pada jaringan tubuh yang disebabkan oleh panas (termal), listrik, bahan kimia, atau radiasi. Kerusakan jaringan dapat bervariasi mulai dari epidermis hingga struktur yang lebih dalam seperti dermis, subkutis, otot, bahkan tulang, tergantung pada intensitas dan durasi paparan agen penyebab.
Klasifikasi derajat luka bakar sangat krusial untuk menentukan prognosis dan tatalaksana. Berikut adalah perbandingan berdasarkan kedalaman kerusakan jaringan:
| Derajat | Kedalaman | Penampakan | Nyeri | Penyembuhan | Bekas Luka |
| Derajat I (Superficial) | Epidermis | Kemerahan (eritema), kering, tidak ada bula | Nyeri (+) | 3-7 hari | Tidak ada |
| Derajat II (Partial Thickness) | |||||
| IIA (Superficial Partial Thickness) | Epidermis & Dermis Superfisial | Kemerahan, basah, terdapat bula, dasar bula merah/pink | Nyeri hebat (+) | 7-21 hari | Minimal/tidak ada |
| IIB (Deep Partial Thickness) | Epidermis & Dermis Profunda | Pucat/putih, kering, bula pecah, dasar bula putih/kuning, kapiler lambat | Nyeri berkurang/tidak ada (kerusakan saraf) | >21 hari, butuh cangkok kulit | Sering hipertrofik/keloid |
| Derajat III (Full Thickness) | Epidermis, Dermis, Subkutis | Putih seperti lilin, coklat gelap, hitam (eschar), kering, keras, tidak elastis | Tidak ada (kerusakan saraf total) | Tidak sembuh spontan, butuh cangkok kulit | Jelas, kontraktur |
| Derajat IV | Melibatkan otot, tulang, sendi | Hitam gosong, kering, keras | Tidak ada | Tidak sembuh spontan, amputasi/cangkok | Jelas, kerusakan fungsi berat |
Penilaian luas luka bakar penting untuk menentukan indikasi resusitasi cairan dan rujukan. Metode yang umum digunakan:
Luka bakar diklasifikasikan sebagai mayor jika memenuhi salah satu kriteria berikut, memerlukan penanganan di pusat luka bakar:
Tujuan utama resusitasi cairan adalah mencegah dan mengatasi syok hipovolemik yang disebabkan oleh perpindahan cairan masif dari intravaskular ke ruang interstitial (edema) akibat peningkatan permeabilitas kapiler pasca-luka bakar.
Indikasi resusitasi cairan:
Formula Parkland adalah standar emas untuk resusitasi cairan pada luka bakar. Penggunaan cairan kristaloid (Ringer Laktat) adalah pilihan utama.
Target Resusitasi (Monitor Luaran Urin):
Parameter Monitoring Lain:
Setelah memastikan keamanan lingkungan, lakukan primary survey dan stabilisasi:
Manajemen Nyeri: Berikan analgesik intravena (misalnya morfin) secara titrasi.
Pencegahan Tetanus: Berikan imunisasi tetanus sesuai status imunisasi pasien.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi