Leukemia adalah kelompok keganasan hematologi yang berasal dari sel-sel punca hematopoietik di sumsum tulang, ditandai oleh proliferasi abnormal dan akumulasi sel-sel darah putih (leukosit) yang belum matang atau matang secara fungsional.
Sel-sel leukemia ini mengganggu produksi sel darah normal, menyebabkan berbagai manifestasi klinis seperti anemia, trombositopenia, dan infeksi.
Leukemia secara garis besar diklasifikasikan berdasarkan kecepatan progresi (akut vs. kronis) dan jenis sel yang terlibat (mieloid vs. limfoid). Ini menghasilkan empat tipe utama yang penting untuk dipahami:
| Tipe Leukemia | Sel Asal | Progresi Penyakit | Populasi Umum |
|---|---|---|---|
| Leukemia Mieloid Akut (AML) | Sel mieloid imatur (blast) | Cepat | Dewasa |
| Leukemia Limfoblastik Akut (ALL) | Sel limfoid imatur (limfoblast) | Cepat | Anak-anak |
| Leukemia Mieloid Kronis (CML) | Sel mieloid matang/imatur | Lambat | Dewasa, usia paruh baya |
| Leukemia Limfositik Kronis (CLL) | Sel limfoid matang | Lambat | Lansia |
Definisi & Epidemiologi: AML adalah keganasan klonal dari prekursor mieloid yang ditandai oleh akumulasi mieloblas di sumsum tulang dan darah perifer. Ini adalah leukemia akut paling umum pada orang dewasa.
Patofisiologi: Terjadi blokade diferensiasi sel mieloid pada tahap awal, menyebabkan proliferasi tidak terkontrol dari mieloblas yang imatur dan tidak berfungsi. Klasifikasi FAB (M0-M7) atau WHO (berdasarkan genetik) digunakan untuk subtipe.
Manifestasi Klinis: Gejala muncul cepat akibat kegagalan sumsum tulang:
Penegakan Diagnosis:
Tatalaksana:
Definisi & Epidemiologi: ALL adalah keganasan klonal dari prekursor limfoid (limfoblas) yang paling sering terjadi pada anak-anak (puncak usia 2-5 tahun).
Patofisiologi: Terjadi proliferasi limfoblas yang tidak terkontrol, mengganggu hematopoiesis normal. ALL diklasifikasikan menjadi B-ALL (paling umum) dan T-ALL.
Manifestasi Klinis: Mirip AML, namun infiltrasi ekstramedular lebih sering:
Penegakan Diagnosis:
Tatalaksana:
Definisi & Epidemiologi: CML adalah gangguan mieloproliferatif klonal yang ditandai oleh produksi berlebihan sel mieloid matang dan imatur di sumsum tulang dan darah perifer. Umumnya terjadi pada dewasa usia paruh baya.
Patofisiologi: Hampir selalu terkait dengan translokasi kromosom t(9;22) yang menghasilkan kromosom Philadelphia (Ph). Kromosom Ph membentuk gen fusi BCR-ABL1, yang mengkodekan protein tirosin kinase aktif berlebihan, menyebabkan proliferasi sel mieloid yang tidak terkontrol.
Fase-fase CML:
Manifestasi Klinis: Banyak pasien asimptomatik saat diagnosis.
Penegakan Diagnosis:
Tatalaksana:
Definisi & Epidemiologi: CLL adalah keganasan limfoproliferatif yang ditandai oleh akumulasi progresif limfosit B matang yang fungsionalnya terganggu. Ini adalah leukemia paling umum pada lansia di dunia Barat.
Patofisiologi: Proliferasi klonal limfosit B CD5+, CD19+, CD20+ (lemah), CD23+ yang berumur panjang dan resisten terhadap apoptosis.
Manifestasi Klinis: Banyak pasien asimptomatik saat diagnosis dan ditemukan secara insidental.
Penegakan Diagnosis:
Klasifikasi Staging (Rai System):
Tatalaksana:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi