Smokers Melanosis
- Etiologi
Smoker’s melanosis disebabkan karena efek fisik tembakau pada jaringan mulut oleh panas dan atau karena efek langsung dari nikotin yang menstimulasi melanosit yang terletak pada sel-sel basal epitelium untuk memproduksi melanin berlebih, sehingga menyebabkan deposisi melanin - Gejala Klinis
Adanya bercak berwarna coklat difus yang menyebar dengan diameter kurang dari 1 cm dan letaknya paling sering nampak di gingiva anterior mandibula dan mukosa bukal.

- Tatalaksana
Perawatan Smoker’s melanosis adalah depigmentasi yang dilakukan apabila pasien merasa tidak nyaman dengan keadaan tersebut. Dokter gigi dapat melakukan gingival depigmentation dengan beberapa metode. Pigmentasi fisiologi dapat dilakukan eksisi mukosa, crysurgery, atau laser surgery.
Post Inflammation Pigmentation
- Etiologi
- Oral postinflammatory pigmentation (OPP) adalah perubahan warna pada mukosa mulut yang disebabkan oleh kelebihan melanin
- Produksi dan pengendapan dalam lapisan basal epitel dan jaringan ikat daerah yang terkena kronis
- Peradangan
- Gejala Klinis
Secara klinis OPP tampak terlokalisir atau menyebar, berwarna hitam hingga coklat pigmentasi. OPP dapat bertahan selama bertahun-tahun meskipun pigmentasi menghilang setelah resolusi keadaan inflamasi telah dilaporkan

- Tatalaksana
Observasi. Tidak diperlukan tatalaksana
Drug Induced Oral Hyperpigmentation
- Etiologi
Hiperpigmentasi oral/mukosa sebagai efek samping akibat penggunaan beberapa obat seperti antibiotik (misalnya minosiklin), antivirus (misalnya zidovudine), antimalaria (misalnya klorokuin), obat kemoterapi, antineoplastik, antijamur (misalnya ketokonazol), antileprotik (misalnya klofazimin), dan obat antihipertensi (misalnya amlodipin). - Gejala Klinis
- Mengenai lokalisasi yang paling sering adalah lidah dengan dorsum menjadi daerah yang paling umum. Mukosa bukal adalah lokalisasi kedua yang paling sering diikuti oleh gusi, langit-langit keras dan bibir. Dasar mulut adalah lokasi yang paling jarang.
- Pewarnaan terjadii biru, coklat, abu-abu, hitam, atau bahkan kuning.
- Biasanya akan hilang sering dosis obat

- Tatalaksana
Observasi sejalan dengan konsumsi obat