Latar Belakang dan Perjalanan Penyakit Ginjal

Perjalanan penyakit ginjal kronik dari CKD awal hingga terminal.

Penyakit metabolik dan kardiovaskular:

Hipertensi: Tekanan darah tinggi yang berkelanjutan merusak pembuluh darah kecil (kapiler) di dalam glomerulus (unit filtrasi ginjal) Diabetes melitus: Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan penebalan dinding kapiler glomerulus, mengurangi kemampuan filtrasi

Penyakit autoimun dan sistemik:

Glomerulonefritis: Peradangan di glomerulus yang dapat disebabkan oleh reaksi autoimun Penyakit sistemik lainnya: Seperti lupus eritematosus sistemik (LES) atau vaskulitis

Penyakit obstruktif dan genetik:

Batu saluran kemih: Obstruksi kronis dapat merusak fungsi ginjal Kelainan kongenital: Misalnya ginjal yang belum berkembang dengan baik Kelainan genetik: Seperti penyakit ginjal polikistik, di mana banyak kista terbentuk di ginjal

Mengapa eGFR penting: eGFR memberi kita angka objektif untuk melacak seberapa baik ginjal berfungsi. Semakin rendah eGFR, semakin buruk fungsi ginjal. Pengukuran ini berguna karena:

Memungkinkan staging (pengklasifikasian) penyakit Membantu memprediksi prognosis Membimbing keputusan pengobatan

Gejala gastrointestinal:

Anoreksia (kehilangan nafsu makan) Mual dan muntah Rasa tidak nyaman ini terjadi karena akumulasi ureum dan produk limbah lainnya yang mengiritasi lapisan saluran pencernaan

Komplikasi kardiopulmoner:

Perikarditis: Peradangan membran yang mengelilingi jantung, dapat menyebabkan nyeri dada Kelebihan volume cairan: Ginjal yang gagal tidak dapat mengeluarkan cairan dengan baik, menyebabkan edema, sesak napas, dan hipertensi Penyakit kardiovaskular: Kombinasi dari hipertensi, anemia, dan peradangan kronis mempercepat aterosklerosis

Komplikasi elektrolit dan asam-basa:

Hiperkalemia: Kalium menumpuk karena ginjal tidak dapat mengeluarkannya, yang berbahaya karena dapat menyebabkan aritmia jantung Asidosis metabolik: Ginjal tidak dapat mengeliminasi asam cukup baik, menyebabkan pH darah menurun

Komplikasi neurologis:

Neuropati perifer: Kerusakan saraf tepi menyebabkan kesemutan dan kelemahan Gangguan sistem saraf pusat: Uremia dapat menyebabkan perubahan mental, kesulitan konsentrasi, bahkan koma

Komplikasi hematologi dan skeletal:

Anemia: Ginjal tidak memproduksi cukup erythropoietin (hormon yang merangsang produksi sel darah merah) Gangguan mineral dan tulang: Ginjal gagal mengatur kalsium dan fosfat, menyebabkan penyakit tulang metabolik

Laju penurunan eGFR bervariasi tergantung pada tingkat keparahan awal dan faktor-faktor lainnya:

Ketika eGFR 15-60 mL/menit/1,73 m² (stadium 3b-4): Laju progresi rata-rata adalah sekitar 1,5% per tahun. Ini berarti ginjal yang tersisa secara bertahap kehilangan lebih banyak fungsi Ketika eGFR > 60 mL/menit/1,73 m² (stadium 1-3a): Laju progresi lebih lambat, hanya sekitar 0,5% per tahun

Referensi

  1. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Penyakit Ginjal Kronik — KEMKES RI
Customer Support umeds