Laktasi adalah proses produksi dan pengeluaran Air Susu Ibu (ASI) dari kelenjar mamae, yang terjadi sebagai respons terhadap kehamilan dan persalinan. Menyusui adalah cara alamiah untuk memberikan nutrisi optimal pada bayi baru lahir dan dilanjutkan selama 2 tahun atau lebih sesuai rekomendasi WHO.
ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi merupakan rekomendasi global karena terbukti menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi akibat diare, pneumonia, dan infeksi lainnya.
Anatomi:
Hormon yang terlibat:
Laktogenesis Fase I (Mid-pregnancy sampai hari ke-2 postpartum): Diferensiasi sel sekretori dan produksi kolostrum dimulai sejak kehamilan. Kadar progesteron tinggi menekan sekresi ASI penuh.
Laktogenesis Fase II (Hari ke-3 sampai ke-8 postpartum): Progesteron turun drastis setelah plasenta keluar, sehingga prolaktin dapat bekerja. Produksi ASI penuh dimulai. Payudara membesar, bengkak, dan hangat.
Laktogenesis Fase III (Galaktopoiesis, dari minggu ke-2 postpartum): Produksi ASI dilanjutkan dan dipertahankan oleh stimulasi putting (suckling).
Mekanisme umpan balik: Frekuensi dan efektivitas menyusui menentukan produksi ASI. Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak ASI diproduksi. Jika ASI tidak dikeluarkan, involusi kelenjar terjadi dan produksi berhenti.
Inisiasi Menyusu Dini (IMD): Kontak kulit ke kulit dan menyusu dalam 1 jam pertama kehidupan.
10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui:
Frekuensi: 8-12 kali per hari (setiap 2-3 jam), on demand. Tidak ada batasan waktu menyusu per sisi.
Posisi dan perlekatan: Putting harus masuk seluruhnya sampai areola di mulut bayi. Bayi menghisap dengan irama lambat dalam dan terdengar suara menelan.
1. Putting lecet atau nyeri: Penyebab: Perlekatan yang salah, posisi menyusui kurang tepat, dermatitis putting. Tatalaksana: Koreksi posisi, krim lanolin, biarkan putting kering di antara waktu menyusui.
2. Payudara bengkak (engorgement): Payudara keras, bengkak, nyeri. Terjadi pada hari ke-3-5 postpartum. Tatalaksana: Menyusui lebih sering, kompres dingin, pijat lembut, pengeluaran ASI manual/pompa.
3. Mastitis: Inflamasi jaringan mamae, sering pada minggu ke-2-4 postpartum. Gejala: pembengkakan unilateral, kemerahan, nyeri, demam, malaise. Tatalaksana: Lanjutkan menyusui, antibiotik (kloksasilin atau eritromisin), analgesik.
4. Abses mamae: Komplikasi mastitis yang tidak tertangani. Gejala: fluktuasi, drainase spontan. Tatalaksana: Insisi dan drainase, antibiotik, lanjutkan menyusui dari sisi sehat.
5. Puting inversi/terbenam: Penggunaan breast shell, teknik Hoffman, atau pompa ASI untuk mengeluarkan putting.
6. Produksi ASI rendah: Evaluasi teknik menyusui, frekuensi, hidrasi, nutrisi, istirahat, dan stres ibu. Galaktagogum (domperidon, metoklopramid) dapat dipertimbangkan.
1. Bayi bingung putting (nipple confusion): Bayi menolak menyusu karena terlalu sering diberi dot/empeng. Tatalaksana: Stop penggunaan dot, sabar mengembalikan perlekatan.
2. Hiperbilirubinemia/ikterus: ASI jaundice (fisiologis, hari ke-3-5) dan breast milk jaundice (minggu ke-2). Pantau kadar bilirubin, lanjutkan menyusui lebih sering.
3. Dehidrasi/kurang minum: Tanda: popok basah < 6 per hari, bayi rewel, jaundice. Tatalaksana: Tingkatkan frekuensi menyusu, evaluasi perlekatan.
4. Candidiasis oral (thrush): Bayi sulit menyusu, putting ibu terasa seperti terbakar. Tatalaksana: Antifungal topikal (nistatin) untuk bayi dan ibu.
5. Tongue-tie (ankyloglossia): Frenulum lidah pendek menghambat perlekatan. Pertimbangkan frenotomi jika signifikan.
6. Alergi protein susu sapi: Bayi kolik, dermatitis atopik. Tatalaksana: Ibu menghindari konsumsi susu sapi, atau gunakan susu hidrolisat sebagian untuk bayi.
Kontraindikasi absolut (sangat jarang):
Kontraindikasi sementara:
Obat yang aman saat menyusui: Sebagian besar antibiotik (amoksisilin, ampisilin, kloksasilin, sefalosporin), parasetamol, ibuprofen, antihistamin (klorfeniramin, setirizin), inhaler asma, antikoagulan (warfarin, heparin), kontrasepsi progestin.
Obat yang kontraindikasi: Kemoterapi, radiofarmaka, ergotamin, metotreksat dosis tinggi, lithium dosis tinggi.
Manfaat ASI:
Konseling menyusui (3-5 menit):
Follow-up: Kunjungan nifas hari ke-7 dan hari ke-14 postpartum termasuk evaluasi menyusui. Timbang BB bayi di minggu ke-1 dan ke-2 pasca lahir.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi