Laktasi dan Permasalahannya

Materi pembelajaran Laktasi dan Permasalahannya untuk mahasiswa kedokteran. Disusun berdasarkan sumber RemNote (Fisiologi Sistem Reproduksi) dan referensi klinis standar.

Pendahuluan

Laktasi adalah proses produksi dan pengeluaran Air Susu Ibu (ASI) dari kelenjar mamae, yang terjadi sebagai respons terhadap kehamilan dan persalinan. Menyusui adalah cara alamiah untuk memberikan nutrisi optimal pada bayi baru lahir dan dilanjutkan selama 2 tahun atau lebih sesuai rekomendasi WHO.

ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi merupakan rekomendasi global karena terbukti menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi akibat diare, pneumonia, dan infeksi lainnya.

Anatomi dan Fisiologi Payudara

Anatomi:

  • Mamae (payudara) terdiri dari jaringan kelenjar (lobus dan lobulus), jaringan lemak, dan jaringan ikat (ligamentum Cooper)
  • Tiap mamae memiliki 15-20 lobus, masing-masing terdiri dari banyak lobulus yang mengandung alveoli
  • Alveoli adalah unit penghasil susu yang dikelilingi oleh sel mioepitel
  • Saluran laktiferus (duktus) mengalirkan ASI dari alveoli ke putting melalui sinus laktiferus
  • Putting dan areola mengandung otot polos dan ujung saraf sensorik

Hormon yang terlibat:

  • Prolaktin (dari hipofisis anterior): Merangsang produksi ASI di alveoli
  • Oksitosin (dari hipofisis posterior): Merangsang ejksi/pengeluaran ASI melalui kontraksi sel mioepitel
  • Estrogen dan Progesteron (dari ovarium/plasenta): Memicu perkembangan kelenjar mamae selama kehamilan

Proses Laktasi (Laktogenesis)

Laktogenesis Fase I (Mid-pregnancy sampai hari ke-2 postpartum): Diferensiasi sel sekretori dan produksi kolostrum dimulai sejak kehamilan. Kadar progesteron tinggi menekan sekresi ASI penuh.

Laktogenesis Fase II (Hari ke-3 sampai ke-8 postpartum): Progesteron turun drastis setelah plasenta keluar, sehingga prolaktin dapat bekerja. Produksi ASI penuh dimulai. Payudara membesar, bengkak, dan hangat.

Laktogenesis Fase III (Galaktopoiesis, dari minggu ke-2 postpartum): Produksi ASI dilanjutkan dan dipertahankan oleh stimulasi putting (suckling).

Mekanisme umpan balik: Frekuensi dan efektivitas menyusui menentukan produksi ASI. Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak ASI diproduksi. Jika ASI tidak dikeluarkan, involusi kelenjar terjadi dan produksi berhenti.

Manajemen Laktasi Awal (Inisiasi Menyusu Dini)

Inisiasi Menyusu Dini (IMD): Kontak kulit ke kulit dan menyusu dalam 1 jam pertama kehidupan.

10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui:

  • Mempunyai kebijakan tertulis tentang menyusui
  • Melatih semua tenaga kesehatan
  • Menginformasikan ibu hamil tentang manfaat menyusui
  • Memfasilitasi IMD dalam 1 jam pertama
  • Menunjukkan cara menyusui dan mempertahankan laktasi
  • Tidak memberikan makanan/minuman lain kecuali atas indikasi medis
  • Praktik rooming-in (bayi dan ibu bersama 24 jam)
  • Menyusui on demand (sesuka bayi)
  • Tidak memberikan dot/empeng pada bayi yang menyusu
  • Mendukung kelompok pendukung menyusui

Frekuensi: 8-12 kali per hari (setiap 2-3 jam), on demand. Tidak ada batasan waktu menyusu per sisi.

Posisi dan perlekatan: Putting harus masuk seluruhnya sampai areola di mulut bayi. Bayi menghisap dengan irama lambat dalam dan terdengar suara menelan.

Masalah-Masalah pada Ibu

1. Putting lecet atau nyeri: Penyebab: Perlekatan yang salah, posisi menyusui kurang tepat, dermatitis putting. Tatalaksana: Koreksi posisi, krim lanolin, biarkan putting kering di antara waktu menyusui.

2. Payudara bengkak (engorgement): Payudara keras, bengkak, nyeri. Terjadi pada hari ke-3-5 postpartum. Tatalaksana: Menyusui lebih sering, kompres dingin, pijat lembut, pengeluaran ASI manual/pompa.

3. Mastitis: Inflamasi jaringan mamae, sering pada minggu ke-2-4 postpartum. Gejala: pembengkakan unilateral, kemerahan, nyeri, demam, malaise. Tatalaksana: Lanjutkan menyusui, antibiotik (kloksasilin atau eritromisin), analgesik.

4. Abses mamae: Komplikasi mastitis yang tidak tertangani. Gejala: fluktuasi, drainase spontan. Tatalaksana: Insisi dan drainase, antibiotik, lanjutkan menyusui dari sisi sehat.

5. Puting inversi/terbenam: Penggunaan breast shell, teknik Hoffman, atau pompa ASI untuk mengeluarkan putting.

6. Produksi ASI rendah: Evaluasi teknik menyusui, frekuensi, hidrasi, nutrisi, istirahat, dan stres ibu. Galaktagogum (domperidon, metoklopramid) dapat dipertimbangkan.

Masalah pada Bayi

1. Bayi bingung putting (nipple confusion): Bayi menolak menyusu karena terlalu sering diberi dot/empeng. Tatalaksana: Stop penggunaan dot, sabar mengembalikan perlekatan.

2. Hiperbilirubinemia/ikterus: ASI jaundice (fisiologis, hari ke-3-5) dan breast milk jaundice (minggu ke-2). Pantau kadar bilirubin, lanjutkan menyusui lebih sering.

3. Dehidrasi/kurang minum: Tanda: popok basah < 6 per hari, bayi rewel, jaundice. Tatalaksana: Tingkatkan frekuensi menyusu, evaluasi perlekatan.

4. Candidiasis oral (thrush): Bayi sulit menyusu, putting ibu terasa seperti terbakar. Tatalaksana: Antifungal topikal (nistatin) untuk bayi dan ibu.

5. Tongue-tie (ankyloglossia): Frenulum lidah pendek menghambat perlekatan. Pertimbangkan frenotomi jika signifikan.

6. Alergi protein susu sapi: Bayi kolik, dermatitis atopik. Tatalaksana: Ibu menghindari konsumsi susu sapi, atau gunakan susu hidrolisat sebagian untuk bayi.

Kontraindikasi Menyusui

Kontraindikasi absolut (sangat jarang):

  • Bayi dengan galaktosemia klasik
  • Ibu dengan HIV positif (di negara maju) atau TB aktif yang tidak diobati
  • Ibu pengguna obat-obatan terlarang (kokain, metamfetamin)
  • Ibu dengan lesi herpes aktif di putting/mamae

Kontraindikasi sementara:

  • Ibu dengan TB aktif (mulai terapi, boleh menyusui setelah 2 minggu)
  • Ibu dengan lesi varicella di putting (mungkin setelah sembuh)
  • Ibu pengguna radioisotop diagnostik (jeda sementara)
  • Ibu dengan mastitis (lanjut menyusui, terapi bersamaan)

Obat yang aman saat menyusui: Sebagian besar antibiotik (amoksisilin, ampisilin, kloksasilin, sefalosporin), parasetamol, ibuprofen, antihistamin (klorfeniramin, setirizin), inhaler asma, antikoagulan (warfarin, heparin), kontrasepsi progestin.

Obat yang kontraindikasi: Kemoterapi, radiofarmaka, ergotamin, metotreksat dosis tinggi, lithium dosis tinggi.

Pentingnya ASI Eksklusif dan Konseling

Manfaat ASI:

  • Nutrisi lengkap dan mudah dicerna
  • Mengandung antibodi (IgA) yang melindungi dari infeksi
  • Mengurangi risiko diare, pneumonia, otitis media, meningitis
  • Menurunkan risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome)
  • Mengurangi risiko obesitas dan diabetes tipe 2 di kemudian hari
  • Meningkatkan IQ dan perkembangan kognitif
  • Bonding ibu-bayi
  • Mempercepat involusi uterus dan menurunkan perdarahan postpartum
  • Mengurangi risiko kanker mamae dan ovarium pada ibu
  • Kontrasepsi alami (amenorea laktasi, efektif jika eksklusif & < 6 bulan)

Konseling menyusui (3-5 menit):

  • Posisi dan perlekatan yang benar
  • Frekuensi dan durasi menyusui
  • Tanda bayi cukup ASI (BAK ≥ 6 kali, kenaikan BB adekuat)
  • Pentingnya ASI eksklusif 6 bulan
  • Penanganan masalah umum
  • Konsultasi jika ada masalah lanjutan

Follow-up: Kunjungan nifas hari ke-7 dan hari ke-14 postpartum termasuk evaluasi menyusui. Timbang BB bayi di minggu ke-1 dan ke-2 pasca lahir.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds