Lagoftalmos dan Ptosis adalah dua kondisi gangguan kelopak mata yang sering ditemukan dalam praktik klinis. Meskipun keduanya berkaitan dengan fungsi kelopak mata, patofisiologi, manifestasi, dan penanganannya sangat berbeda. Pemahaman yang komprehensif tentang kedua kondisi ini sangat penting bagi mahasiswa kedokteran.
Definisi: Lagoftalmos adalah kondisi di mana kelopak mata tidak dapat menutup sempurna, meninggalkan sebagian permukaan bola mata terbuka saat tidur atau berkedip. Hal ini menyebabkan paparan kornea dan konjungtiva terhadap lingkungan, berisiko menyebabkan mata kering dan kerusakan.
Etiologi: Penyebab lagoftalmos dapat bervariasi, meliputi:
Manifestasi Klinis: Gejala bervariasi tergantung tingkat keparahan dan durasi paparan:
Tatalaksana: Tujuan utama adalah melindungi permukaan mata dan mencegah komplikasi.
Definisi: Ptosis adalah kondisi di mana kelopak mata atas jatuh atau melorot di bawah posisi normalnya, menutupi sebagian atau seluruh pupil. Ini dapat mengganggu lapang pandang dan menyebabkan masalah kosmetik.
Klasifikasi dan Etiologi: Ptosis dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya:
| Tipe Ptosis | Deskripsi dan Contoh Etiologi |
|---|---|
| 1. Kongenital | Disebabkan oleh disgenesis atau maldevelopment M. levator palpebrae superioris. Sering unilateral, dapat disertai kelemahan otot ekstraokular (mis. superior rectus palsy). |
| 2. Aponeurotik (Involusional) | Paling sering terjadi pada dewasa dan lansia. Disebabkan oleh dehiscence, disinsersi, atau peregangan aponeurosis M. levator palpebrae superioris dari tarsus. Dapat terjadi akibat penuaan, trauma, atau penggunaan lensa kontak jangka panjang. |
| 3. Neurogenik | Gangguan pada inervasi M. levator palpebrae superioris.
|
| 4. Miogenik | Gangguan pada otot levator itu sendiri.
|
| 5. Mekanis | Adanya massa atau berat berlebih pada kelopak mata yang menariknya ke bawah. Contoh: tumor kelopak mata, kista, edema berat. |
| 6. Traumatik | Kerusakan langsung pada otot levator atau aponeurosisnya akibat trauma. |
Manifestasi Klinis:
Penegakan Diagnosis:
Tatalaksana: Umumnya bersifat bedah, kecuali pada kasus yang dapat ditangani secara medis (mis. Myasthenia Gravis, Sindrom Horner). Pilihan bedah tergantung etiologi dan fungsi levator.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi