Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan sel sperma dan sel telur. Tujuannya adalah untuk mengatur jarak kehamilan, jumlah anak, atau mengakhiri kesuburan secara permanen.
Penggunaan kontrasepsi merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan reproduksi, memungkinkan individu dan pasangan untuk membuat keputusan yang terinformasi tentang kapan dan berapa banyak anak yang ingin mereka miliki.
Metode kontrasepsi dapat diklasifikasikan berdasarkan mekanisme kerja, durasi, dan ada tidaknya penggunaan hormon. Pemahaman klasifikasi ini penting untuk membantu pasien memilih metode yang paling sesuai.
Metode ini bekerja dengan memanipulasi siklus hormonal alami tubuh. Efektivitasnya tinggi jika digunakan dengan benar.
Metode ini tidak memengaruhi sistem hormonal tubuh, cocok untuk yang memiliki kontraindikasi hormonal atau preferensi non-hormonal.
Metode ini ditujukan bagi pasangan yang tidak ingin memiliki anak lagi atau telah memiliki jumlah anak yang diinginkan.
Digunakan untuk mencegah kehamilan setelah hubungan seksual tanpa perlindungan atau kegagalan metode kontrasepsi (misalnya, kondom pecah).
Pemilihan metode kontrasepsi harus individualistik, mempertimbangkan berbagai faktor:
Pearl Index adalah ukuran efektivitas kontrasepsi, dihitung sebagai jumlah kehamilan per 100 wanita-tahun penggunaan. Semakin rendah angkanya, semakin efektif metode tersebut.
Secara umum, metode kontrasepsi yang paling efektif adalah implan, IUD, dan sterilisasi (tubektomi/vasektomi), diikuti oleh suntik KB, pil KB, dan metode barier. Metode alamiah dan coitus interuptus memiliki efektivitas paling rendah.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi