VKC dianggap sebagai reaksi hipersensitivitas tipe I yang diperantarai IgE, meskipun ada juga komponen hipersensitivitas tipe IV. Ini adalah bentuk alergi mata yang lebih berat dibandingkan konjungtivitis alergi musiman biasa.
Paparan alergen memicu aktivasi sel mast di konjungtiva, yang kemudian melepaskan mediator inflamasi seperti histamin, leukotrien, dan prostaglandin. Proses ini menarik sel-sel inflamasi lain seperti eosinofil, limfosit, dan sel plasma ke konjungtiva, menyebabkan respons inflamasi kronis dan kerusakan jaringan. Eosinofil berperan penting dalam kerusakan epitel.
Gejala dan tanda VKC umumnya bilateral dan dapat sangat mengganggu kualitas hidup pasien.
VKC dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasi dominan manifestasi klinisnya:
| Tipe | Ciri Khas |
|---|---|
| Tipe Palpebral (Tarsal) | Dominan pada konjungtiva tarsal superior dengan giant papillae ('cobblestone appearance'). |
| Tipe Limbal | Dominan pada limbus (perbatasan kornea-sklera) dengan nodul gelatinosa dan Trantas dots. Lebih sering pada individu berkulit gelap. |
| Tipe Campuran (Mixed) | Kombinasi manifestasi dari tipe palpebral dan limbal. |
Diagnosis VKC ditegakkan berdasarkan anamnesis (gejala musiman, riwayat atopi, gatal berat) dan pemeriksaan fisik mata yang menemukan tanda-tanda khas seperti giant papillae atau Trantas dots.
Tujuan tatalaksana adalah mengontrol inflamasi, mengurangi gejala, dan mencegah komplikasi.
Jika tidak ditangani dengan baik, VKC dapat menyebabkan komplikasi serius pada kornea dan penglihatan:
Edukasi pasien dan keluarga sangat penting untuk manajemen VKC yang efektif.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi