Konjungtivitis adalah salah satu kondisi mata yang paling sering ditemui dalam praktik klinis. Kondisi ini memengaruhi konjungtiva, selaput tipis yang melapisi bagian depan mata dan dalam kelopak mata. Pemahaman yang baik tentang konjungtivitis sangat penting karena penyakit ini memiliki berbagai penyebab yang berbeda, masing-masing memerlukan pendekatan penanganan yang spesifik.
Konjungtivitis adalah peradangan konjungtiva yang terjadi ketika jaringan ini mengalami iritasi atau infeksi. Proses peradangan ini melibatkan beberapa perubahan patologis yang khas:
Perubahan patologis ini, terutama injeksi konjungtiva, menyebabkan hiperemia konjungtiva (kemerahan pada permukaan mata). Ketika Anda melihat mata penderita konjungtivitis terlihat merah, itu adalah hasil langsung dari pelebaran pembuluh darah tersebut.
Pasien dengan konjungtivitis umumnya mengeluh:
Saat pemeriksaan mata menggunakan slit-lamp (lampu celah), dokter dapat melihat:
Tanda-tanda ini membantu dokter mengidentifikasi jenis konjungtivitis dan penyebabnya.
Konjungtivitis bakteri diklasifikasikan berdasarkan kecepatan onset dan keparahannya:
Konjungtivitis Hiperakut (Purulen)
Konjungtivitis Bakteri Akut
Konjungtivitis Bakteri Subakut
Konjungtivitis virus memiliki beberapa tipe berdasarkan agen penyebabnya:
Konjungtivitis alergi merupakan manifestasi hipersensitivitas tipe I (reaksi alergi segera). Jenis-jenis yang umum ditemui:
Dokter harus menggali informasi penting:
Informasi-informasi ini membantu membentuk hipotesis awal tentang jenis konjungtivitis.
Pemeriksaan slit-lamp adalah alat utama untuk menilai konjungtivitis. Dokter mata akan mengevaluasi:
Jenis Eksudasi (cairan yang keluar):
Jenis eksudasi memberikan petunjuk tentang penyebab konjungtivitis. Misalnya, eksudasi purulen sangat mencurigakan untuk infeksi bakteri, terutama gonokokus.
Struktur Konjungtiva:
Kelenjar Pre-aurikuler:
Kombinasi dari tanda-tanda ini membantu dokter membedakan antara penyebab bakteri, virus, dan alergi.
Pengukuran Umum:
Untuk Gonokokus (Konjungtivitis Hiperakut):
Pengobatan agresif diperlukan karena gonokokus dapat dengan cepat merusak kornea dan menyebabkan kebutaan.
Karena sebagian besar konjungtivitis virus bersifat self-limited (sembuh sendiri), penanganan bersifat suportif:
Konjungtivitis alergi ditangani dengan mengatasi respons alergi:
Bayi yang lahir dari ibu dengan gonore berisiko tinggi terkena konjungtivitis gonokokus (ophthalmia neonatorum). Penanganannya:
Pencegahan dengan pemberian tetes antibiotik (seperti eritromisin) pada semua bayi baru lahir adalah praktek standar untuk mencegah kondisi ini.
Meskipun tidak selalu diuji secara spesifik, memahami fitur pembeda antara jenis konjungtivitis sangat membantu dalam diagnosis klinis:
Detail-detail ini membantu praktisi membuat diagnosis yang lebih akurat dan cepat.
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi