Konjungtivitis Gonore (Konjungtivitis GO) adalah bentuk konjungtivitis bakteri akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Kondisi ini dikenal karena onsetnya yang cepat dan potensi komplikasi serius, terutama kerusakan kornea yang dapat menyebabkan kebutaan permanen jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Penyebab utama adalah bakteri Neisseria gonorrhoeae, suatu bakteri gram-negatif diplokokus.
Gejala konjungtivitis gonore bervariasi antara neonatus dan dewasa, namun keduanya ditandai oleh onset yang hiperakut dan berat.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Anamnesis:
Pemeriksaan Fisik:
Pemeriksaan Penunjang (WAJIB):
Penting untuk membedakan konjungtivitis gonore dari penyebab konjungtivitis lain yang juga dapat menyebabkan gejala berat.
| Kriteria | Konjungtivitis Gonore | Konjungtivitis Klamidia | Konjungtivitis Bakteri Non-GO | Konjungtivitis Kimiawi (Neonatus) |
| Etiologi | Neisseria gonorrhoeae | Chlamydia trachomatis | S. aureus, S. pneumoniae, H. influenzae, dll. | Iritasi dari profilaksis mata (mis. AgNO3) |
| Onset (Neonatus) | 1-5 hari | 5-14 hari | Bervariasi, biasanya >5 hari | Beberapa jam setelah lahir |
| Sekret | Sangat purulen, profus | Mukopurulen, sedang | Purulen, sedang | Non-purulen, berair |
| Beratnya Penyakit | Hiperakut, sangat berat, risiko kornea tinggi | Akut-subakut, sedang, dapat menyebabkan pannus | Akut, sedang-berat | Ringan, self-limiting |
| Gram Stain | Diplokokus Gram-negatif intraseluler | Tidak spesifik | Bakteri lain | Tidak ada bakteri |
Tatalaksana harus segera diberikan untuk mencegah komplikasi serius, terutama kerusakan kornea.
Prinsip Umum:
Regimen Spesifik:
Edukasi dan pencegahan adalah kunci untuk mengurangi insidensi konjungtivitis gonore.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi