Konjungtivitis alergi adalah peradangan pada konjungtiva yang disebabkan oleh reaksi hipersensitivitas terhadap alergen. Ini merupakan salah satu bentuk alergi okular yang paling umum.
Mekanisme yang mendasari sebagian besar konjungtivitis alergi adalah reaksi hipersensitivitas tipe I, yang diperantarai oleh imunoglobulin E (IgE). Paparan alergen memicu sel mast untuk melepaskan mediator inflamasi seperti histamin, prostaglandin, dan leukotrien, yang menyebabkan gejala khas seperti gatal, kemerahan, dan bengkak.
Meskipun memiliki dasar alergi yang sama, empat tipe utama konjungtivitis alergi memiliki karakteristik, epidemiologi, dan tingkat keparahan yang berbeda. Memahami perbedaannya sangat krusial untuk penegakan diagnosis dan tatalaksana yang tepat.
| Karakteristik | Seasonal Allergic Conjunctivitis (SAC) | Perennial Allergic Conjunctivitis (PAC) | Vernal Keratoconjunctivitis (VKC) | Atopic Keratoconjunctivitis (AKC) |
|---|---|---|---|---|
| Etiologi/Pencetus | Alergen musiman (serbuk sari, rumput, spora jamur outdoor) | Alergen non-musiman (tungau debu, bulu hewan, kecoa, jamur indoor) | Tidak diketahui pasti, kuat terkait atopik (asma, eksim, rinitis alergi) | Sangat terkait dengan dermatitis atopik yang parah |
| Epidemiologi/Usia | Paling umum, segala usia, terutama anak muda. Musiman. | Umum, segala usia, kronis sepanjang tahun. | Anak-anak & remaja (5-20 tahun), laki-laki > perempuan. Umum di iklim hangat. Sering remisi setelah pubertas. | Dewasa (20-50 tahun), kronis, progresif, sering bilateral. |
| Gejala Khas | Gatal hebat, mata merah, berair, sensasi terbakar, fotofobia ringan. | Gatal kronis (lebih ringan dari SAC), mata merah, berair, sensasi terbakar. | Gatal sangat hebat, fotofobia berat, nyeri, sensasi benda asing, sekret mukoid kental (ropy discharge), blefarospasme. | Gatal sangat hebat, nyeri, fotofobia, sensasi terbakar, sekret mukoid, kulit kelopak mata kering/eksimatosa. |
| Tanda Khas | Hiperemia konjungtiva, kemosis, papila halus di konjungtiva tarsal. | Mirip SAC, tapi lebih ringan, kadang papila lebih sedikit. |
|
|
| Tatalaksana Khas | Antihistamin topikal, mast cell stabilizer, kompres dingin, air mata buatan. | Mirip SAC, sering butuh jangka panjang. | Kortikosteroid topikal (jangka pendek, hati-hati), mast cell stabilizer, siklosporin/takrolimus topikal, air mata buatan, kompres dingin. Debridement ulkus perisai. | Kortikosteroid topikal (sering jangka panjang), siklosporin/takrolimus topikal, terapi sistemik (siklosporin, metotreksat) pada kasus berat. Tatalaksana dermatitis atopik. |
Tujuan tatalaksana konjungtivitis alergi adalah mengurangi peradangan, meredakan gejala, dan mencegah komplikasi. Pendekatan umum meliputi:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi