Komplikasi fraktur adalah kondisi patologis yang timbul sebagai akibat langsung atau tidak langsung dari trauma fraktur, baik pada saat kejadian maupun dalam proses penyembuhan tulang.
Komplikasi ini dapat dibagi menjadi dua kategori utama: komplikasi dini (terjadi segera setelah cedera atau dalam beberapa hari/minggu) dan komplikasi lanjut (terjadi berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bertahun-tahun setelah cedera).
Komplikasi dini adalah kondisi serius yang memerlukan penanganan cepat untuk mencegah morbiditas dan mortalitas.
Komplikasi ini muncul setelah periode penyembuhan awal dan dapat mempengaruhi fungsi jangka panjang.
| Komplikasi | Deskripsi | Penyebab Umum |
| Delayed Union | Penyembuhan fraktur yang lebih lambat dari waktu yang diharapkan, namun masih berpotensi menyatu. | Imobilisasi tidak adekuat, infeksi, vaskularisasi buruk. |
| Non-union | Kegagalan total penyatuan fraktur setelah waktu yang cukup, ditandai dengan tidak adanya bukti penyembuhan radiologis selama 3-6 bulan. | Distraksi fraktur, infeksi, interposisi jaringan lunak, fiksasi tidak stabil. |
| Malunion | Penyatuan fraktur dalam posisi yang tidak anatomis atau tidak fungsional (misal: angulasi, rotasi, pemendekan). | Reduksi yang tidak adekuat, fiksasi yang tidak stabil. |
| Osteomielitis Kronis | Infeksi tulang yang persisten, seringkali merupakan komplikasi dari fraktur terbuka atau operasi. | Pembersihan luka tidak adekuat, resistensi antibiotik. |
| Kekakuan Sendi (Joint Stiffness) | Keterbatasan gerak sendi akibat imobilisasi berkepanjangan, fibrosis jaringan lunak, atau kerusakan kartilago. | Imobilisasi terlalu lama, kurangnya rehabilitasi. |
| Kontraktur Volkmann | Kontraktur iskemik pada otot fleksor lengan bawah, sering akibat sindrom kompartemen yang tidak tertangani. | Sindrom kompartemen yang terlambat didiagnosis/ditangani. |
| Nekrosis Aseptik (AVN) | Kematian jaringan tulang akibat terganggunya suplai darah ke segmen tulang, tanpa infeksi. | Fraktur yang mengganggu vaskularisasi (misal: fraktur collum femoris, fraktur scaphoid). |
| Complex Regional Pain Syndrome (CRPS) | Sindrom nyeri kronis yang tidak proporsional dengan cedera awal, disertai disfungsi otonom, motorik, dan sensorik. | Mekanisme tidak sepenuhnya jelas, sering setelah trauma ekstremitas. |
| Osteoarthritis Pasca-Trauma | Degenerasi sendi akibat kerusakan kartilago artikular pada saat cedera atau malalignment pasca-fraktur. | Fraktur intra-artikular, malunion. |
| Pemendekan Ekstremitas | Penyatuan fraktur dengan pemendekan tulang yang signifikan, dapat menyebabkan ketidakseimbangan panjang tungkai. | Reduksi tidak adekuat, kerusakan lempeng epifisis pada anak. |
Pencegahan komplikasi fraktur sangat esensial dan meliputi beberapa aspek penting:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi