Karakteristik pasien:
Usia muda (terutama pada anak kecil)
Diabetes baru (onset baru)
Gejala yang berlangsung lama sebelum diagnosis
Kondisi metabolik saat masuk:
Hipokapnia berat (kadar CO₂ darah sangat rendah)
BUN (urea nitrogen darah) tinggi
Asidosis yang sangat berat
Perubahan osmolalitas dan elektrolit:
Penurunan osmolalitas plasma yang cepat
Perubahan kadar natrium dalam serum
Pengelolaan di awal:
Pemberian cairan IV dalam jumlah besar dalam 4 jam pertama (rehidrasi terlalu cepat)
Pemberian insulin dalam jam pertama (menurunkan glukosa terlalu cepat tanpa diikuti penggantian cairan yang sesuai)
Komplikasi kronis diabetes tipe 1 pada anak terbagi menjadi dua kategori utama berdasarkan ukuran pembuluh darah yang terkena:
Komplikasi mikrovaskular melibatkan pembuluh darah kecil (kapiler)
Komplikasi makrovaskular melibatkan pembuluh darah besar (arteri)
Program skrining:
Mulai skrining: Pada pubertas, atau usia 11 tahun, atau 5 tahun setelah diagnosis (mana yang paling awal terpenuhi)
Frekuensi: Setiap tahun
Pemeriksaan awal: Dalam 3 bulan setelah diagnosis untuk memeriksa katarak atau masalah refraksi (perlu kacamata)
Tindakan: Jika retinopati terdeteksi dan progresif, terapi laser dapat diterapkan untuk mengurangi risiko kebutaan
Definisi mikroalbuminuria: Mikroalbuminuria didefinisikan sebagai salah satu dari berikut:
Albumin Excretion Rate (AER) ≥ 20 µg/menit
Ekskresi albumin ≥ 30-300 mg/hari
Rasio Albumin-Kreatinin (ACR) ≥ 2,5
Program skrining:
Mulai skrining: Sama dengan retinopati (pubertas, usia 11 tahun, atau 5 tahun setelah diagnosis)
Frekuensi: Setiap tahun
Metode: Gunakan dua dari tiga sampel urine untuk diagnosis (menghindari hasil false positive)
Pengelolaan:
Bila mikroalbuminuria terdeteksi dan persisten, berikan ACE-inhibitor atau ARB untuk mencegah progesi ke proteinuria (keluarnya protein dalam jumlah besar) dan gagal ginjal
Gejala klinis: Neuropati diabetik adalah kerusakan saraf yang dapat menimbulkan:
Nyeri dan parestesia (sensasi kesemutan/abnormal)
Kelemahan otot
Disfungsi otonom (gangguan fungsi organ internal seperti lambung, jantung)
Program skrining:
Mulai skrining: Sama dengan dua komplikasi sebelumnya
Frekuensi: Setiap tahun
Metode: Pemeriksaan klinis oleh dokter
Tiga faktor utama yang meningkatkan morbiditas kardiovaskular pada anak dengan diabetes:
Merokok faktor modifiable yang paling berbahaya
Hipertensi tekanan darah tinggi
HbA1c tinggi kontrol glikemik yang buruk
Terapi farmakologis:
Lini pertama: ACE-inhibitor atau ARB
Keuntungan: Melindungi ginjal sekaligus mengurangi risiko makrovaskular
Monitoring: Pantau tekanan darah secara rutin dan sesuaikan terapi sesuai respons
Lakukan skrining sesuai jadwal berdasarkan usia dan lama diagnosis:
Retinopati: Funduskopi setiap tahun
Nefropati: Tes mikroalbuminuria setiap tahun
Neuropati: Pemeriksaan neurologis klinis setiap tahun
Tekanan darah: Monitoring rutin
3. Terapi Diabetes Optimal
Insulin intensif dengan target HbA1c yang sesuai usia
Monitoring mandiri glukosa darah
Perhitungan carbohydrate dan penyesuaian insulin
4. Gaya Hidup Sehat
Diet seimbang dengan perhatian pada asupan karbohidrat
Aktivitas fisik teratur minimal 60 menit/hari
Menghindari merokok (edukasi pencegahan)
5. Pengelolaan Faktor Risiko Lain
Kontrol tekanan darah
Manajemen lipid darah (lipid profil)
Pencegahan infeksi
Ringkasan Kunci
Aspek
Edema serebri pada KAD
Informasi Penting
Skrining komplikasi mikrovaskular
Peran ACE-I/ARB
Target tekanan darah
Pencegahan optimal