Komplikasi Diabetes Melitus (DM) dapat dibagi menjadi dua kategori besar berdasarkan kecepatan onset dan jenis pembuluh darah yang terlibat:
Merupakan penyebab utama kebutaan pada usia produktif. Disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah retina.
Penyebab utama Penyakit Ginjal Kronis (PGK) tahap akhir. Ditandai kerusakan progresif glomerulus.
Kerusakan saraf akibat DM, paling sering polineuropati sensorimotor distal simetris.
Disebabkan oleh aterosklerosis yang dipercepat pada pasien DM.
DM adalah faktor risiko independen PJK. Pasien DM sering mengalami PJK 'atipikal' (tanpa nyeri dada khas, misal sesak napas atau kelelahan).
Penyempitan pembuluh darah di ekstremitas bawah.
Risiko stroke iskemik dan hemoragik meningkat pada pasien DM.
Kondisi darurat yang ditandai hiperglikemia, asidosis metabolik, dan ketonemia/ketonuria.
Kondisi darurat dengan hiperglikemia berat dan hiperosmolaritas, tanpa asidosis signifikan.
Kondisi glukosa darah sangat rendah (biasanya <70 mg/dL).
Ulkus atau kerusakan jaringan pada kaki pasien DM, seringkali akibat kombinasi neuropati, iskemia, dan infeksi.
| Grade | Deskripsi |
| 0 | Kulit intak, risiko tinggi (mis. deformitas, neuropati). |
| 1 | Ulkus superfisial (tidak menembus tendon/kapsul sendi). |
| 2 | Ulkus dalam, menembus tendon/kapsul, tanpa osteomielitis. |
| 3 | Ulkus dalam dengan abses, osteomielitis, atau infeksi sendi. |
| 4 | Gangrene terlokalisasi (mis. jari kaki, bagian kaki). |
| 5 | Gangrene luas pada seluruh kaki. |
Pencegahan komplikasi DM adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan mengurangi beban penyakit.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi