Kolesistitis dan Kolelitiasis

Nyeri perut kanan atas yang tajam, demam, mual, dan muntah? Hati-hati, bisa jadi ini pertanda Kolesistitis atau Kolelitiasis! Dua kondisi ini seringkali berkaitan dan menjadi momok bagi banyak pasien. Jangan sampai keliru diagnosis atau tatalaksana, karena komplikasi serius bisa mengintai. Yuk, pahami seluk-beluknya agar kamu siap menghadapi soal UKMPPD dan praktik klinis!

Definisi

Kolelitiasis adalah kondisi adanya batu (kalkuli) di dalam kandung empedu.

Kolesistitis adalah inflamasi atau peradangan pada kandung empedu, yang paling sering disebabkan oleh obstruksi duktus sistikus oleh batu empedu.

Etiologi & Patofisiologi

  • Kolelitiasis: Terjadi akibat ketidakseimbangan komponen empedu (kolesterol, garam empedu, lesitin), yang menyebabkan supersaturasi dan presipitasi kristal menjadi batu.
    • Batu kolesterol: Paling umum (80%), terbentuk dari kolesterol.
    • Batu pigmen: Terbentuk dari bilirubin kalsium, dapat berwarna hitam (hemolisis kronis, sirosis) atau coklat (infeksi bilier).
  • Kolesistitis Akut: Biasanya dipicu oleh impaksi batu empedu di duktus sistikus, menyebabkan obstruksi aliran empedu. Obstruksi ini mengakibatkan distensi kandung empedu, peningkatan tekanan intraluminal, iskemia dinding, dan inflamasi. Infeksi bakteri sekunder seringkali terjadi.

Faktor Risiko Kolelitiasis (The '4F's')

Faktor risiko klasik untuk kolelitiasis, terutama batu kolesterol, sering disingkat menjadi 4F's:

  • Female (Wanita)
  • Fat (Obesitas)
  • Fertile (Multiparitas, penggunaan kontrasepsi oral)
  • Forty (Usia > 40 tahun)

Faktor risiko lain meliputi riwayat keluarga, penurunan berat badan yang cepat, penyakit ileum terminal (misalnya Crohn's disease), diabetes mellitus, dan sirosis hati.

Manifestasi Klinis

  • Kolelitiasis Asimtomatik: Sebagian besar pasien kolelitiasis tidak menunjukkan gejala.
  • Kolik Bilier (gejala kolelitiasis simptomatik):

    Nyeri intermiten di epigastrium atau kuadran kanan atas, seringkali menjalar ke punggung atau bahu kanan. Nyeri biasanya timbul setelah makan makanan berlemak dan berlangsung 30 menit hingga beberapa jam.

  • Kolesistitis Akut:
    • Nyeri perut kanan atas yang konstan dan berat, onset mendadak, berlangsung > 6 jam, sering menjalar ke punggung atau bahu kanan.
    • Demam, mual, dan muntah.
    • Pada pemeriksaan fisik, ditemukan nyeri tekan di hipokondrium kanan dan Murphy's sign positif (nyeri yang meningkat saat inspirasi dalam ketika palpasi di hipokondrium kanan).
    • Kadang teraba massa di hipokondrium kanan.
    • Ikterus (jarang, jika ada curiga koledokolitiasis atau komplikasi lain).

Penegakan Diagnosis

  • Anamnesis: Riwayat nyeri kolik bilier, demam, mual/muntah, dan faktor risiko.
  • Pemeriksaan Fisik: Nyeri tekan hipokondrium kanan, Murphy's sign positif.
  • Pemeriksaan Laboratorium:
    • Kolesistitis Akut: Leukositosis (dengan shift to the left) sering ditemukan.
    • Peningkatan bilirubin, alkaline phosphatase (ALP), dan gamma-glutamyl transferase (GGT) dapat mengindikasikan obstruksi duktus biliaris komunis (koledokolitiasis) atau kolangitis.
    • Amilase dan lipase diperiksa untuk menyingkirkan pankreatitis akut.
  • Pencitraan:
    • USG Abdomen (pilihan pertama):
      • Untuk kolelitiasis: Tampak batu hiperekoik dengan acoustic shadowing.
      • Untuk kolesistitis akut: Penebalan dinding kandung empedu (>3-4 mm), cairan perikolesistik, distensi kandung empedu, dan sonographic Murphy's sign.
    • CT Scan/MRI/MRCP: Digunakan jika diagnosis tidak jelas atau curiga komplikasi (misalnya perforasi, koledokolitiasis).
    • HIDA scan (Cholescintigraphy): Gold standard untuk diagnosis kolesistitis akut bila USG inkonklusif, menunjukkan non-visualisasi kandung empedu.

Diagnosis Banding

  • Pankreatitis akut
  • Hepatitis akut
  • Ulkus peptikum perforasi
  • Kolangitis akut
  • Appendicitis akut (terutama pada letak apendiks tinggi)
  • Pielonefritis akut
  • Infark miokard inferior
  • Nyeri muskuloskeletal dinding abdomen

Tatalaksana

  • Kolelitiasis Asimtomatik: Umumnya tidak memerlukan tatalaksana bedah, kecuali pada kondisi tertentu (misalnya batu >3 cm, kandung empedu porselen, pasien imunokompromais, atau risiko keganasan).
  • Kolesistitis Akut:
    • Initial Management:
      • Puasa (NPO) untuk mengistirahatkan saluran cerna.
      • Pemberian cairan intravena untuk rehidrasi.
      • Analgesik (misalnya NSAID atau opioid) untuk nyeri.
      • Antibiotik spektrum luas (misalnya kombinasi Ceftriaxone dan Metronidazole, atau Piperacillin-Tazobactam) untuk menutupi flora enterik.
    • Terapi Definitif:
      • Kolesistektomi: Pengangkatan kandung empedu adalah tatalaksana definitif.
      • Kolesistektomi Laparoskopik: Merupakan pilihan utama karena kurang invasif dan pemulihan lebih cepat. Idealnya dilakukan dalam 72 jam pertama onset gejala (kolesistektomi dini).
      • Kolesistektomi Terbuka: Dilakukan jika kolesistektomi laparoskopik kontraindikasi atau tidak memungkinkan.

Komplikasi Kolesistitis Akut

  • Gangren kandung empedu
  • Perforasi kandung empedu (terlokalisir atau bebas)
  • Empiema kandung empedu (nanah di kandung empedu)
  • Fistula kolesistoenterik
  • Ileus batu empedu (Gallstone ileus)
  • Pankreatitis bilier
  • Kolangitis

Prognosis

Dengan penanganan yang tepat dan kolesistektomi, prognosis kolesistitis akut umumnya baik. Gejala biasanya menghilang setelah pengangkatan kandung empedu.

Edukasi & Pencegahan

  • Edukasi pasien tentang pentingnya diet rendah lemak untuk mengurangi kekambuhan gejala.
  • Menjaga berat badan ideal dan menghindari penurunan berat badan yang terlalu cepat.
  • Kontrol faktor risiko seperti diabetes mellitus.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds