Klasifikasi Rumah Sakit adalah pengelompokan rumah sakit berdasarkan jenis pelayanan, fasilitas, dan kemampuan pelayanannya. Sistem ini bertujuan untuk standardisasi pelayanan kesehatan, perencanaan pembangunan rumah sakit, serta penentuan pola rujukan pasien.
Di Indonesia, klasifikasi rumah sakit diatur oleh Kementerian Kesehatan dan menjadi dasar penting dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.
Dasar hukum utama yang mengatur klasifikasi rumah sakit di Indonesia adalah:
Regulasi ini menjadi panduan bagi pemerintah daerah dan pengelola rumah sakit dalam menentukan standar operasional dan jenis pelayanan.
Rumah sakit umum diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria utama yang mencakup jenis pelayanan, ketersediaan sumber daya manusia, peralatan medis, serta sarana dan prasarana. Berikut adalah ringkasan klasifikasi rumah sakit umum di Indonesia:
| Kriteria | Kelas A | Kelas B | Kelas C | Kelas D | Kelas D Pratama |
| Pelayanan Medik | Paling sedikit 4 spesialis dasar, 4 spesialis penunjang, 8 spesialis lain, 2 subspesialis dasar. | Paling sedikit 4 spesialis dasar, 4 spesialis penunjang, 4 spesialis lain, 1 subspesialis dasar. | Paling sedikit 4 spesialis dasar. | Paling sedikit 2 spesialis dasar. | Pelayanan medik dasar (umum dan gawat darurat). |
| SDM (Tenaga Medis) | Jumlah dan kualifikasi lengkap sesuai standar pelayanan subspesialistik. | Jumlah dan kualifikasi lengkap sesuai standar pelayanan spesialistik. | Jumlah dan kualifikasi cukup sesuai standar pelayanan spesialistik dasar. | Jumlah dan kualifikasi cukup sesuai standar pelayanan medik dasar. | Dokter umum & perawat/bidan sesuai standar. |
| Peralatan | Peralatan canggih dan lengkap untuk pelayanan subspesialistik. | Peralatan lengkap untuk pelayanan spesialistik. | Peralatan cukup untuk pelayanan spesialistik dasar. | Peralatan minimal untuk pelayanan medik dasar. | Peralatan minimal untuk pelayanan medik dasar. |
| Sarana & Prasarana | Luas lahan & bangunan minimal sesuai standar pelayanan subspesialistik. | Luas lahan & bangunan minimal sesuai standar pelayanan spesialistik. | Luas lahan & bangunan minimal sesuai standar pelayanan spesialistik dasar. | Luas lahan & bangunan minimal sesuai standar pelayanan medik dasar. | Luas lahan & bangunan minimal sesuai standar pelayanan medik dasar. |
| Tempat Tidur | Minimal 400 TT | Minimal 200 TT | Minimal 100 TT | Minimal 50 TT | Minimal 25 TT |
| Fungsi Rujukan | Rumah Sakit Rujukan Nasional/Pusat. | Rumah Sakit Rujukan Provinsi. | Rumah Sakit Rujukan Kabupaten/Kota. | Rumah Sakit Pelayanan Dasar/Rujukan Tingkat Pertama. | Rumah Sakit Pelayanan Dasar/Rujukan Tingkat Pertama. |
Selain klasifikasi berdasarkan kelas, rumah sakit juga dapat diklasifikasikan berdasarkan jenisnya, seperti Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Khusus (misalnya RS Ibu dan Anak, RS Jantung, RS Jiwa).
Sistem klasifikasi ini memiliki beberapa implikasi penting:
Memahami klasifikasi ini membantu mahasiswa kedokteran untuk mengetahui jenis pelayanan yang dapat diberikan oleh suatu rumah sakit dan bagaimana sistem rujukan bekerja dalam praktik klinis sehari-hari.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi