Nyeri kepala primer adalah nyeri kepala yang bukan merupakan gejala dari penyakit lain. Artinya, nyeri kepala itu sendiri adalah kondisi utama, bukan manifestasi dari gangguan struktural atau sistemik.
Penyebabnya seringkali multifaktorial, melibatkan mekanisme neurovaskular dan neurokimiawi yang kompleks di otak.
Nyeri kepala merupakan keluhan neurologis yang paling sering dijumpai di praktik klinis. Membedakan nyeri kepala primer dari sekunder (yang disebabkan kondisi medis lain) adalah langkah pertama yang vital.
Untuk UKMPPD, kemampuan membedakan jenis-jenis nyeri kepala primer seperti migrain, nyeri kepala tegang (TTH), dan nyeri kepala klaster sangat sering diuji. Penguasaan ini akan membantu Anda dalam:
| Karakteristik | Migrain | Nyeri Kepala Tegang (Tension-Type Headache/TTH) | Nyeri Kepala Klaster (Cluster Headache) |
| Prevalensi | Lebih sering pada wanita. | Paling umum, sering pada wanita. | Jarang, lebih sering pada pria (rasio 3-4:1). |
| Karakteristik Nyeri | Nyeri berdenyut (pulsating), sedang hingga berat. Diperburuk aktivitas fisik rutin. | Nyeri menekan atau mengikat, ringan hingga sedang. Tidak diperburuk aktivitas fisik. | Nyeri sangat berat, tajam, menusuk, seperti terbakar. |
| Lokasi | Unilateral (60%), bisa bilateral. Sering di frontal/temporal. | Bilateral (dahi, pelipis, oksipital, leher). | Unilateral, periorbital/supraorbital (sekitar mata) atau temporal. Selalu di sisi yang sama pada satu episode. |
| Durasi | 4-72 jam. | 30 menit - 7 hari. | 15-180 menit. Terjadi dalam 'klaster' (periode serangan) selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, diselingi periode remisi. |
| Gejala Penyerta |
| Bisa ada fotofobia ringan ATAU fonofobia ringan (bukan keduanya). Tidak ada mual/muntah. |
|
| Faktor Pemicu | Stres, perubahan hormon, makanan tertentu (keju, cokelat, kafein), alkohol, kurang tidur, perubahan cuaca. | Stres, kelelahan, kurang tidur, postur tubuh yang buruk. | Alkohol, nikotin, vasodilator (mis. nitroglycerin). |
| Tatalaksana Akut | Triptan, NSAID, antiemetik. | Analgesik non-opioid (parasetamol, NSAID). | Oksigen 100% aliran tinggi, triptan subkutan/intranasal. |
| Tatalaksana Profilaksis | Beta-blocker, TCA, Topiramate, CGRP inhibitor. | TCA (Amitriptyline). | Verapamil, Lithium, kortikosteroid jangka pendek. |
Meskipun fokus kita pada nyeri kepala primer, penting untuk selalu menyingkirkan nyeri kepala sekunder yang berpotensi serius. Ingatlah 'red flags' berikut yang memerlukan evaluasi lebih lanjut:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi