Klasifikasi Gustilo-Anderson adalah sistem klasifikasi yang paling umum digunakan untuk menilai keparahan fraktur terbuka. Sistem ini pertama kali diperkenalkan oleh Gustilo dan Anderson pada tahun 1976 dan kemudian direvisi pada tahun 1984.
Tujuan utama klasifikasi ini adalah untuk:
Klasifikasi ini membagi fraktur terbuka menjadi tiga tipe utama (Tipe I, II, dan III), dengan Tipe III dibagi lagi menjadi tiga subtipe (IIIA, IIIB, IIIC), berdasarkan ukuran luka, tingkat kontaminasi, kerusakan jaringan lunak, dan kerusakan tulang.
| Tipe | Karakteristik | Contoh Mekanisme Trauma |
| Tipe I |
| Jatuh dari ketinggian rendah, tusukan benda tajam dari dalam (low-energy trauma). |
| Tipe II |
| Benturan langsung, trauma sedang (moderate-energy trauma). |
| Tipe III | Fraktur terbuka dengan kerusakan jaringan lunak ekstensif, kontaminasi berat, atau trauma energi tinggi. | Kecelakaan lalu lintas kecepatan tinggi, luka tembak, trauma pertanian, cedera akibat ledakan (high-energy trauma). |
| Tipe IIIA |
| Kecelakaan mobil, luka tembak kaliber tinggi. |
| Tipe IIIB |
| Trauma kecelakaan motor parah, luka remuk akibat mesin. |
| Tipe IIIC |
| Trauma vaskular langsung, cedera akibat gergaji mesin. |
Klasifikasi Gustilo-Anderson sangat krusial dalam menentukan penanganan awal fraktur terbuka. Semakin tinggi tipenya, semakin besar risiko infeksi dan komplikasi, sehingga membutuhkan penanganan yang lebih agresif.
Memahami klasifikasi ini akan membantu Anda membuat keputusan klinis yang tepat dan meningkatkan luaran pasien dengan fraktur terbuka.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi