Klasifikasi dan Stadium Katarak

Katarak adalah salah satu penyebab kebutaan reversibel tersering di dunia, dan pemahaman mendalam tentang jenis serta stadiumnya sangat krusial, lho! Mulai dari etiologi, lokasi opasitas, hingga tingkat kematangan lensa, semua punya karakteristik unik yang sering jadi jebakan di soal UKMPPD. Yuk, kuasai betul perbedaannya agar diagnosis dan tatalaksana jadi lebih tepat!

Definisi Katarak

Katarak adalah kondisi opasitas (kekeruhan) pada lensa mata yang menyebabkan penurunan tajam penglihatan. Kondisi ini umumnya progresif dan dapat menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani.

Klasifikasi Katarak Berdasarkan Etiologi

Katarak dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya:

  • Katarak Senilis: Jenis katarak paling umum, terjadi akibat proses penuaan.
  • Katarak Kongenital: Terjadi sejak lahir atau berkembang pada masa kanak-kanak awal, bisa unilateral atau bilateral.
  • Katarak Traumatik: Disebabkan oleh cedera fisik pada mata, seperti trauma tumpul atau tajam.
  • Katarak Komplikata: Terjadi sebagai komplikasi dari penyakit mata lain, misalnya uveitis, glaukoma, atau ablasi retina.
  • Katarak Sekunder: Timbul akibat penyakit sistemik (misalnya diabetes melitus, galaktosemia) atau penggunaan obat-obatan tertentu (misalnya kortikosteroid jangka panjang).

Klasifikasi Katarak Berdasarkan Morfologi

Berdasarkan lokasi opasitas pada lensa, katarak dapat dibagi menjadi:

  • Katarak Nuklear: Kekeruhan terutama pada inti (nukleus) lensa. Sering menyebabkan miopi progresif (second sight).
  • Katarak Kortikal: Kekeruhan pada korteks lensa, sering tampak seperti jari-jari roda (spokes) atau celah.
  • Katarak Subkapsular Posterior (KSP): Kekeruhan terletak tepat di bawah kapsul posterior lensa. Cenderung menyebabkan silau dan penurunan visus yang signifikan, terutama saat pupil mengecil.

Klasifikasi Katarak Berdasarkan Stadium Kematangan

Stadium katarak menggambarkan tingkat kekeruhan dan perubahan pada lensa. Penting untuk membedakan stadium ini karena memengaruhi indikasi dan jenis tatalaksana.

StadiumKarakteristik Kekeruhan LensaVisusBilik Mata Depan (BMD)Iris ShadowKeterangan Tambahan
InsipienOpasitas minimal, bercak-bercak kekeruhan di korteks atau nukleus.Sedikit menurun atau normal.Normal.Positif.Belum ada pembengkakan lensa.
ImaturKekeruhan sebagian, masih ada bagian lensa yang jernih.Menurun, namun masih bisa melihat proyeksi cahaya.Dangkal akibat intumesensi (pembengkakan lensa).Positif.Lensa membengkak (intumesensi), dapat memicu glaukoma sudut tertutup.
MaturKekeruhan total pada seluruh lensa.Sangat menurun, hanya persepsi cahaya (LP) positif.Normal.Negatif.Lensa tidak lagi membengkak, ukuran normal.
HipermaturKapsul lensa keriput, korteks lensa mencair (katarak Morgagni jika nukleus tenggelam).Sangat menurun, hanya persepsi cahaya (LP) positif.Dalam (karena lensa mengecil).Negatif.Komplikasi dapat berupa glaukoma fakolitik atau uveitis fakolitik.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds