Katarak dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya:
Berdasarkan lokasi opasitas pada lensa, katarak dapat dibagi menjadi:
Stadium katarak menggambarkan tingkat kekeruhan dan perubahan pada lensa. Penting untuk membedakan stadium ini karena memengaruhi indikasi dan jenis tatalaksana.
| Stadium | Karakteristik Kekeruhan Lensa | Visus | Bilik Mata Depan (BMD) | Iris Shadow | Keterangan Tambahan |
| Insipien | Opasitas minimal, bercak-bercak kekeruhan di korteks atau nukleus. | Sedikit menurun atau normal. | Normal. | Positif. | Belum ada pembengkakan lensa. |
| Imatur | Kekeruhan sebagian, masih ada bagian lensa yang jernih. | Menurun, namun masih bisa melihat proyeksi cahaya. | Dangkal akibat intumesensi (pembengkakan lensa). | Positif. | Lensa membengkak (intumesensi), dapat memicu glaukoma sudut tertutup. |
| Matur | Kekeruhan total pada seluruh lensa. | Sangat menurun, hanya persepsi cahaya (LP) positif. | Normal. | Negatif. | Lensa tidak lagi membengkak, ukuran normal. |
| Hipermatur | Kapsul lensa keriput, korteks lensa mencair (katarak Morgagni jika nukleus tenggelam). | Sangat menurun, hanya persepsi cahaya (LP) positif. | Dalam (karena lensa mengecil). | Negatif. | Komplikasi dapat berupa glaukoma fakolitik atau uveitis fakolitik. |

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi