Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang terbentuk di dalam atau di permukaan ovarium. Mayoritas bersifat jinak dan seringkali asimtomatik. Namun, beberapa jenis kista dapat menimbulkan gejala, komplikasi, atau bahkan memiliki potensi keganasan. Kanker ovarium adalah pertumbuhan sel ganas yang berasal dari ovarium, tuba falopi, atau peritoneum primer, dan merupakan keganasan ginekologi dengan angka mortalitas tertinggi.
Kista ovarium jinak dapat diklasifikasikan menjadi:
Sebagian besar kista ovarium jinak asimtomatik. Gejala dapat muncul jika kista besar, pecah, atau mengalami torsi:
Diagnosis ditegakkan melalui:
Kanker ovarium adalah keganasan ginekologi tersering ketiga namun paling mematikan. Sering disebut sebagai 'silent killer' karena gejalanya yang tidak spesifik dan sering terdiagnosis pada stadium lanjut, ketika prognosis sudah buruk.
Mayoritas (90%) berasal dari epitel permukaan ovarium.
| Tipe | Ciri Khas |
|---|---|
| Epitelial | Tipe paling umum (90%). Berasal dari epitel permukaan ovarium. Subtipe:
|
| Germ Cell Tumor | Jarang (5-10%), lebih sering pada wanita muda. Contoh: Disgerminoma, Teratoma imatur, Koriokarsinoma. |
| Sex Cord-Stromal Tumor | Jarang (5-10%). Berasal dari sel stroma ovarium. Contoh: Tumor sel granulosa (sering memproduksi estrogen), Tumor sel Sertoli-Leydig (sering memproduksi androgen). |
Gejala seringkali non-spesifik dan samar, menyerupai kondisi gastrointestinal atau urologi ringan:
Prognosis kanker ovarium umumnya buruk karena diagnosis seringkali pada stadium lanjut. Angka harapan hidup 5 tahun untuk semua stadium sekitar 47%, namun jauh lebih baik pada stadium awal.
Membedakan kista jinak dan ganas adalah kunci dalam penatalaksanaan. Berikut adalah beberapa indikator penting:
| Fitur | Kista Ovarium Jinak | Kanker Ovarium |
|---|---|---|
| Usia Pasien | Segala usia, sering pada usia reproduktif. | Lebih sering pada wanita post-menopause. |
| Gejala | Sering asimtomatik, nyeri akut jika pecah/torsi. | Gejala non-spesifik, persisten (kembung, cepat kenyang, nyeri panggul). |
| Pemeriksaan Fisik | Massa kistik, mobil, tidak nyeri tekan hebat. | Massa solid/kistik-solid, imobil, nodularitas, asites. |
| USG Morfologi | Unilokular, dinding tipis, anekoik, tidak ada septa/papila, tidak ada asites. | Multilokular, dinding tebal/ireguler, komponen solid, septa tebal, papila, vaskularisasi tinggi (Doppler), asites. |
| Penanda Tumor (CA-125) | Umumnya normal atau sedikit meningkat (mis. endometriosis). | Seringkali sangat meningkat (terutama pada wanita post-menopause). |
| Pertumbuhan | Dapat regresi spontan (fungsional), pertumbuhan lambat. | Pertumbuhan cepat, invasi lokal dan metastasis. |

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi