Ketoasidosis Diabetik (KAD) adalah komplikasi akut diabetes melitus yang ditandai oleh trias hiperglikemia, asidosis metabolik, dan ketosis. Kondisi ini terjadi akibat defisiensi insulin absolut atau relatif yang berat.
Sindrom Hiperglikemik Hiperosmolar (HHS) adalah komplikasi akut diabetes melitus yang ditandai oleh hiperglikemia berat, hiperosmolaritas, dan dehidrasi berat, tanpa asidosis atau ketosis yang signifikan. Biasanya terjadi pada pasien DM tipe 2 usia lanjut.
Patofisiologi KAD melibatkan defisiensi insulin absolut atau relatif yang berat, disertai peningkatan hormon kontra-regulator (glukagon, kortisol, katekolamin). Hal ini menyebabkan:
Pada HHS, terdapat defisiensi insulin relatif. Jumlah insulin cukup untuk mencegah lipolisis masif dan ketogenesis, tetapi tidak cukup untuk mencegah hiperglikemia berat. Mekanisme utamanya adalah:
Diagnosis KAD dan HHS ditegakkan berdasarkan kriteria klinis dan laboratorium. Berikut adalah perbandingan kriteria diagnostik utama:
| Parameter | Ketoasidosis Diabetik (KAD) | Sindrom Hiperglikemik Hiperosmolar (HHS) |
| Gula Darah Plasma | >250 mg/dL | >600 mg/dL |
| pH Arteri | <7,30 (ringan: 7,25-7,30; sedang: 7,00-7,24; berat: <7,00) | >7,30 |
| Bikarbonat Serum (HCO3) | <18 mEq/L (ringan: 15-18; sedang: 10-14; berat: <10) | >18 mEq/L |
| Keton Urin/Serum | Positif kuat | Negatif atau positif ringan |
| Osmolalitas Serum Efektif | Bervariasi | >320 mOsm/kg |
| Anion Gap | >10-12 mEq/L (meningkat) | Normal atau sedikit meningkat |
| Status Mental | Waspada hingga koma | Stupor hingga koma |
Tatalaksana KAD dan HHS bersifat emergensi dan berfokus pada koreksi dehidrasi, hiperglikemia, elektrolit, dan asidosis (pada KAD), serta identifikasi faktor pencetus.
Cari dan obati infeksi, hentikan obat-obatan pemicu, atau tangani kondisi medis penyerta lainnya.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi