Ketoasidosis Diabetik (KAD) adalah komplikasi akut diabetes melitus yang ditandai oleh hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis metabolik akibat defisiensi insulin absolut atau relatif.
Sindrom Hiperglikemia Hiperosmolar (HHS) adalah komplikasi akut diabetes melitus yang ditandai oleh hiperglikemia berat, hiperosmolaritas serum, dan dehidrasi ekstrem, tanpa ketonemia signifikan atau asidosis berat.
Berbagai kondisi dapat memicu KAD atau HHS, seringkali melibatkan peningkatan kebutuhan insulin atau penurunan asupan insulin:
Diagnosis KAD dan HHS ditegakkan berdasarkan kriteria laboratorium. Perhatikan perbedaan utamanya untuk UKMPPD!
| Parameter | KAD Ringan | KAD Sedang | KAD Berat | HHS |
| Gula Darah (mg/dL) | >250 | >250 | >250 | >600 |
| pH Arteri | 7.25 - 7.30 | 7.00 - <7.25 | <7.00 | >7.30 |
| Bikarbonat (mEq/L) | 15 - 18 | 10 - <15 | <10 | >15 |
| Keton Urin/Serum | Positif | Positif | Positif | Negatif / Sedikit Positif |
| Osmolaritas Serum (mOsm/kg) | Bervariasi | Bervariasi | Bervariasi | >320 |
| Anion Gap | >10 | >12 | >12 | Normal / Sedikit Meningkat |
| Status Mental | Sadar / Waspada | Sadar / Mengantuk | Stupor / Koma | Stupor / Koma |
Tatalaksana KAD dan HHS berfokus pada rehidrasi, koreksi insulin, koreksi elektrolit, dan identifikasi/terapi faktor pencetus.
Edukasi pasien sangat penting untuk mencegah kekambuhan:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi