- Sistem buffer terdiri dari kombinasi asam lemah dan basa lemah yang bekerja bersama-sama untuk menetralkan kelebihan atau kekurangan ion hidrogen (H+).Â
- Keseluruhan sistem buffer dan organ-organ yang terlibat, termasuk ginjal, berperan dalam menjaga pH tubuh agar tetap dalam kisaran normal, yaitu 7,36-7,44
- Ketika ada peningkatan kadar H+ dalam tubuh (pH menurun, sehingga larutan lebih asam), sistem buffer akan menyerap dan mengikat H+ untuk mencegah penurunan lebih lanjut dalam pH. Begitu pula sebaliknya
- Ginjal berperan dalam menjaga keseimbangan asam-basa dengan mengeliminasi asam (non-volatile/metabolik) dari tubuh (e.g. asam fosfat, asam sulfat, asam urat) yang mencegah terjadinya asidosis.
- Selain itu, ginjal juga mampu mengatasi alkalosis dengan mengeluarkan bikarbonat dan mengambil ion H+ untuk menyeimbangkan pH ketika terdapat peningkatan pH (lebih basa)
- Proses keseimbangan asam-basa yang dilakukan oleh ginjal meliputi reabsorpsi, ekskresi, dan produksi bikarbonat serta Ekskresi atau produksi ion H+.
- Reabsorpsi bikarbonat terjadi di sel-sel tubulus proksimal ginjalÂ

Sumber gambar: http://fblt.cz/Â
Keterangan:Â
Reasorbsi merupakan proses yang melibatkan pertukaran ion Na+ dan H+. H+ kemudian bereaksi dengan bikarbonat (HCO3-) dan membentuk asam karbonat (H2CO3), yang kemudian terpecah menjadi air dan CO2.
- Bikarbonat yang terbentuk akan diteruskan ke dalam cairan antar sel tubulus proksimal dan akhirnya masuk ke dalam darah melalui pembuluh kapiler peritubular.Â
- Bikarbonat dapat dibawa oleh kotransport Na+/3 HCO3- atau melalui pertukaran anion (Cl-/HCO3-).
- Produksi baru bikarbonat terjadi di sel-sel tipe A pada tubulus distal dan duktus kolektivus. mekanismenya:


Sumber gambar: http://fblt.cz/Â
- Secara keseluruhan, ginjal menciptakan gradien konsentrasi H+ yang tinggi di dalam urine sehingga mampu mengekskresikan H+ secara efisien dan memungkinkan urine mencapai pH terendah sekitar 4,4, sementara pH darah tetap di kisaran 7,36-7,44.