| Bakterial | - Penggunaan lensa kontak (terutama soft lens)
- Trauma mata
- Penyakit permukaan mata (mis. dry eye, blefaritis)
- Imunosupresi
| - Nyeri akut, fotofobia, mata merah
- Penurunan visus mendadak
- Infiltrat kornea abu-abu-putih, berbatas tegas, sering dengan defek epitel
- Hipopion (sering)
| - Kerokan kornea (Gram stain, kultur bakteri)
- Infiltrat padat, sering di sentral
| - Antibiotik topikal spektrum luas (fluoroquinolone generasi 4) setiap jam
- Siklopegik (mis. atropin 1%)
|
| Viral (Herpes Simplex Virus/HSV) | - Riwayat herpes labialis
- Trauma/stres
- Penggunaan steroid topikal (bisa memicu reaktivasi)
| - Nyeri sedang, fotofobia, iritasi
- Lesi dendritik (cabang pohon) pada epitel kornea (dengan fluorescein)
- Sensasi kornea menurun
- Kadang disertai vesikel periorbital
| - Fluorescein stain (melihat lesi dendritik)
- PCR aqueous humor (jarang)
| - Antiviral topikal (acyclovir, ganciclovir) 5x/hari
- Antiviral oral (jika berat/rekuren)
- Hindari steroid topikal pada keratitis epitelial
|
| Fungal | - Trauma mata dengan bahan organik (tumbuhan, kayu)
- Penggunaan lensa kontak
- Penggunaan steroid topikal jangka panjang
- Imunosupresi
| - Nyeri bervariasi, onset indolent (lambat)
- Infiltrat keabu-abuan dengan batas tidak jelas (feathery edges)
- Lesi satelit di sekitarnya
- Endotel plak (jarang)
| - Kerokan kornea (KOH, Giemsa, kultur jamur)
- Infiltrat dengan "feathery edges"
| - Antifungal topikal (natamycin 5%, amphotericin B 0.15%) setiap jam
- Antifungal oral (jika berat)
|
| Acanthamoeba | - Penggunaan lensa kontak (terutama saat berenang/mandi)
- Tidak menjaga kebersihan lensa kontak/cairan
| - Nyeri hebat, tidak proporsional dengan temuan klinis
- Fotofobia, mata merah
- Infiltrat perineural (radialis) pada tahap awal
- Kemudian membentuk ring infiltrate (cincin)
- Sering salah diagnosis awal
| - Kerokan kornea (Giemsa, Calcofluor white, kultur non-nutrient agar)
- Infiltrat perineural atau ring infiltrate
| - Anti-amoeba topikal (polyhexamethylene biguanide/PHMB 0.02%, chlorhexidine 0.02%) setiap jam
- Siklopegik
- Tatalaksana jangka panjang (minggu-bulan)
|
| Non-Infeksius (Exposure/Neurotrophic) | - Lagoftalmus (paralisis N.VII, exophthalmos)
- Dry eye berat
- Riwayat operasi saraf trigeminal/herpes zoster oftalmikus
- Diabetes, stroke
| - Mata merah, sensasi benda asing
- Penurunan sensasi kornea (pada neurotrophic)
- Defek epitel persisten
- Edema kornea, ulserasi steril
- Tidak ada infiltrat aktif (pada awal)
| - Tes sensasi kornea (kapas lidi)
- Pewarnaan fluorescein (melihat defek epitel)
| - Lubrikan topikal (air mata buatan bebas pengawet)
- Salep mata/gel saat tidur
- Tarsorafi (pada lagoftalmus berat)
- Corticosteroid topikal dosis rendah (hati-hati, risiko infeksi sekunder)
- Cenagermin (untuk neurotrophic keratitis)
|