Keratitis Herpes Simpleks (KHS)

Keratitis Herpes Simpleks (KHS) adalah penyebab utama kebutaan kornea infeksius di negara maju, loh! Sering banget muncul di UKMPPD dan penting banget buat penanganan cepat biar kornea pasien gak rusak permanen. Yuk, pahami patofisiologi, manifestasi klinis khas, dan tatalaksananya yang tepat di concept page ini!

Definisi

Keratitis Herpes Simpleks (KHS) adalah peradangan pada kornea mata yang disebabkan oleh infeksi virus Herpes Simpleks (HSV). Ini merupakan penyebab utama kebutaan kornea infeksius di negara maju dan sering bersifat rekuren.

Etiologi

Penyebab utama KHS adalah Virus Herpes Simpleks tipe 1 (HSV-1). Meskipun jarang, HSV-2 juga dapat menyebabkan KHS, terutama pada neonatus atau individu dengan riwayat herpes genital.

Patofisiologi

Infeksi primer HSV pada mata biasanya terjadi pada masa kanak-kanak, seringkali asimptomatik atau bermanifestasi sebagai konjungtivitis dan blefaritis ringan. Setelah infeksi primer, virus akan menetap dalam keadaan laten di ganglion trigeminal.

Reaktivasi virus dapat dipicu oleh berbagai faktor, menyebabkan virus bergerak kembali ke kornea melalui saraf. Reaktivasi ini dapat menyebabkan berbagai bentuk KHS, mulai dari keratitis epitelial hingga stromal dan endotelial.

  • Faktor Pemicu Reaktivasi:
  • Stres fisik atau emosional
  • Demam atau penyakit sistemik
  • Paparan sinar ultraviolet (UV)
  • Trauma mata
  • Imunosupresi (misalnya, penggunaan kortikosteroid sistemik, kemoterapi, HIV)
  • Perubahan hormonal

Manifestasi Klinis

Gejala KHS bervariasi tergantung pada lapisan kornea yang terlibat. Pasien umumnya mengeluhkan:

  • Nyeri mata
  • Fotofobia (sensitivitas terhadap cahaya)
  • Mata merah
  • Penglihatan kabur
  • Lakrimasi (keluarnya air mata berlebihan)
  • Sensasi benda asing

Temuan pada pemeriksaan slit lamp sangat penting untuk diagnosis:

  • Keratitis Epitelial:
    • Ulkus dendritik: Lesi khas berbentuk seperti cabang pohon dengan ujung-ujung yang membengkak, terlihat jelas dengan pewarnaan fluorescein. Ini adalah bentuk KHS yang paling umum.
    • Ulkus geografik: Bentuk ulkus dendritik yang membesar dan menyebar, sering terjadi setelah penggunaan kortikosteroid topikal yang tidak tepat.
  • Keratitis Stromal:
    • Keratitis Nekrotikans: Infiltrat stroma padat dengan nekrosis, dapat menyebabkan penipisan kornea dan perforasi.
    • Keratitis Imun (interstitial): Edema stroma, infiltrat, dan neovaskularisasi, sering tanpa ulserasi epitel.
  • Keratitis Endotelial (Diskiformis):
    • Edema kornea sentral atau paracentral berbentuk cakram, presipitat keratik, dan iritis ringan.
  • Keratitis Neurotropik:
    • Disebabkan oleh kerusakan saraf kornea akibat infeksi HSV berulang, menyebabkan penurunan sensasi kornea dan epitelopati persisten.

Penegakan Diagnosis

Diagnosis KHS sebagian besar ditegakkan berdasarkan anamnesis, riwayat penyakit, dan pemeriksaan fisik mata, terutama dengan slit lamp.

  • Pewarnaan Fluorescein: Sangat penting untuk mengidentifikasi ulkus dendritik atau geografik yang khas.
  • Tes Sensibilitas Kornea: Dapat menunjukkan penurunan sensasi kornea pada kasus rekuren atau keratitis neurotropik.
  • Pemeriksaan Laboratorium (jarang diperlukan untuk kasus tipikal):
    • Kultur virus dari kerokan kornea
    • PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi DNA virus

Tatalaksana

Tujuan tatalaksana adalah menghentikan replikasi virus, mengurangi peradangan, dan mencegah komplikasi.

Farmakologis:

  • Antivirus Topikal:
    • Acyclovir 3% salep mata (5x sehari hingga sembuh, lalu 3x sehari selama 3 hari tambahan)
    • Ganciclovir 0.15% gel mata (5x sehari hingga sembuh, lalu 3x sehari selama 7 hari tambahan)
    • Trifluridine 1% tetes mata (jarang digunakan karena toksisitas)
  • Antivirus Oral (untuk kasus berat, rekuren, imunokompromais, atau profilaksis):
    • Acyclovir: 400 mg 5x sehari (terapi) atau 400 mg 2x sehari (profilaksis)
    • Valacyclovir: 500 mg 3x sehari (terapi) atau 500 mg 1x sehari (profilaksis)
    • Famciclovir: 250 mg 3x sehari (terapi) atau 250 mg 2x sehari (profilaksis)
  • Kortikosteroid Topikal:
    • Hanya digunakan untuk keratitis stromal atau endotelial dan HARUS selalu disertai dengan terapi antivirus topikal atau oral untuk mencegah reaktivasi virus dan perburukan ulkus epitelial. Contoh: Prednisolone asetat 1%.
  • Siklopegik:
    • Untuk mengurangi nyeri dan spasme siliar (misalnya, Atropin 1% atau Siklopentolat 1%).
  • Antibiotik Topikal:
    • Dapat diberikan sebagai profilaksis terhadap infeksi bakteri sekunder jika ada ulkus epitelial yang luas.

Non-Farmakologis:

  • Debridement Epitelial: Dapat dilakukan pada ulkus dendritik untuk mengangkat sel-sel yang terinfeksi dan mempercepat penyembuhan, namun harus hati-hati.
  • Bedah: Keratoplasti (transplantasi kornea) dapat dipertimbangkan untuk kasus dengan jaringan parut kornea berat yang menyebabkan penurunan visus signifikan, namun risiko rekurensi pada graft tetap ada.

Komplikasi

KHS yang tidak diobati atau rekuren dapat menyebabkan komplikasi serius:

  • Jaringan parut kornea (leucoma)
  • Neovaskularisasi kornea
  • Penipisan kornea atau perforasi
  • Glaucoma sekunder
  • Katarak
  • Penurunan tajam penglihatan permanen atau kebutaan
  • Keratitis neurotropik persisten

Prognosis

Prognosis KHS sangat bervariasi. Keratitis epitelial biasanya memiliki prognosis yang baik dengan pengobatan antivirus yang cepat dan tepat. Namun, KHS sering bersifat rekuren, dan setiap episode dapat meningkatkan risiko kerusakan kornea permanen. Keratitis stromal dan endotelial memiliki prognosis yang lebih buruk karena sering menyebabkan jaringan parut dan penurunan visus yang signifikan.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds