Keracunan akut adalah kondisi medis yang disebabkan oleh paparan zat toksik (racun) dalam dosis yang dapat menyebabkan efek merugikan pada tubuh secara tiba-tiba atau dalam waktu singkat. Penanganan keracunan akut memerlukan pendekatan sistematis dan cepat.
Prinsip umum penanganan keracunan akut meliputi:
Anamnesis harus mencakup jenis zat, jumlah, rute paparan, waktu kejadian, dan gejala yang timbul. Pada kasus keracunan, seringkali informasi terbatas, sehingga pemeriksaan fisik menjadi sangat penting untuk mengidentifikasi toksidrom.
Pemeriksaan penunjang bertujuan untuk menilai tingkat keparahan, mengidentifikasi komplikasi, dan kadang membantu mengidentifikasi agen toksik.
Tatalaksana suportif adalah inti dari penanganan keracunan akut, bahkan lebih penting dari antidotum spesifik.
Bertujuan untuk mencegah absorbsi racun. Pilih metode sesuai jenis racun, waktu paparan, dan kondisi pasien.
Metode ini bertujuan untuk mempercepat pengeluaran racun yang sudah terabsorbsi.
Pemberian antidotum harus berdasarkan indikasi yang jelas dan setelah stabilisasi pasien.
| Racun | Antidotum | Mekanisme/Catatan |
|---|---|---|
| Opioid | Nalokson | Antagonis reseptor opioid |
| Benzodiazepin | Flumazenil | Antagonis reseptor GABA, hati-hati risiko kejang |
| Organofosfat/Karbonat | Atropin, Pralidoksim (2-PAM) | Atropin: Antagonis muskarinik. Pralidoksim: Reaktivasi asetilkolinesterase (hanya pada organofosfat) |
| Parasetamol | N-asetilsistein (NAC) | Prekursor glutation, detoksifikasi metabolit toksik |
| Metanol/Etilen Glikol | Fomepizol atau Etanol | Inhibitor alkohol dehidrogenase, mencegah pembentukan metabolit toksik |
| Sianida | Natrium Tiosulfat, Hidroksokobalamin, Natrium Nitrit | Berbagai mekanisme detoksifikasi sianida |
| Digoksin | Digoxin-specific Fab fragments | Mengikat digoksin |
| B-bloker | Glukagon | Meningkatkan cAMP independen dari reseptor B |
| Ca-channel blocker | Kalsium glukonat/klorida, Glukagon, Insulin dosis tinggi | Mengatasi efek pada jantung |
| Warfarin | Vitamin K, PCC (Prothrombin Complex Concentrate) | Membalikkan efek antikoagulan |
| Heparin | Protamin Sulfat | Mengikat heparin |
| Besi | Deferoksamin | Chelating agent |
Mengenali toksidrom adalah kunci diagnosis cepat saat informasi racun tidak diketahui.
| Toksidrom | Penyebab Umum | Tanda & Gejala Khas |
|---|---|---|
| Kolinergik | Organofosfat, Karbamat, Pilokarpin | DUMBBELS (Diare, Urinasi, Miosis, Bradikardia/Bronkospasme, Bronkorrhea, Emesis, Lakrimasi, Salivasi), kejang, fasikulasi otot, paralisis. |
| Antikolinergik | Atropin, Antihistamin, Antidepresan Trisiklik (TCA), Skopolamin | “Hot as a hare, blind as a bat, dry as a bone, red as a beet, mad as a hatter.” (Hipertermia, midriasis, kulit kering & merah, takikardia, retensi urin, ileus, agitasi, delirium, halusinasi). |
| Opioid | Morfin, Heroin, Fentanil, Kodein | Depresi SSP (somnolen hingga koma), depresi napas (hipoventilasi), miosis (pinpoint pupils), bradikardia, hipotensi. |
| Simpatomimetik | Kokain, Amfetamin, Efedrin, MDMA | Agitasi, paranoia, halusinasi, takikardia, hipertensi, hipertermia, midriasis, diaforesis. |
| Sedatif-Hipnotik | Benzodiazepin, Barbiturat, Alkohol | Depresi SSP (somnolen, ataksia, disartria, koma), depresi napas (ringan hingga berat), hipotensi. Pupil biasanya normal. |

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi