Definisi: Kegagalan satu atau kedua testis untuk turun sepenuhnya ke dalam skrotum pada usia 6 bulan (usia koreksi pada prematur). Testis yang terpalpasi di luar jalur desensus normal disebut testis ektopik.
Klasifikasi:
Etiologi: Multifaktorial, meliputi faktor hormonal (defisiensi androgen), genetik, dan mekanik (anomali gubernakulum/prosesus vaginalis).
Diagnosis:
Tatalaksana:
Komplikasi: Infertilitas (terutama bilateral), peningkatan risiko keganasan testis (seminoma), torsio testis, hernia inguinalis, trauma testis.
Definisi: Kondisi gawat darurat urologi akibat terpuntirnya korda spermatika, menyebabkan obstruksi aliran darah ke testis dan iskemia.
Etiologi & Faktor Risiko:
Patofisiologi: Puntiran korda spermatika mengganggu aliran vena (dini) dan arteri (lanjut), menyebabkan kongesti, edema, dan akhirnya infark testis.
Manifestasi Klinis:
Penegakan Diagnosis:
Tatalaksana:
Prognosis: Tergantung pada durasi iskemia. Tingkat penyelamatan testis menurun drastis setelah 6-8 jam.
Definisi: Akumulasi cairan serosa di dalam tunika vaginalis di sekitar testis.
Klasifikasi:
Etiologi: Kegagalan penutupan prosesus vaginalis (komunikan), ketidakseimbangan produksi dan reabsorpsi cairan (non-komunikan, bisa idiopatik atau sekunder akibat trauma/inflamasi).
Manifestasi Klinis:
Penegakan Diagnosis:
Tatalaksana:
Definisi: Protrusi organ intra-abdomen (misalnya usus, omentum) melalui kanalis inguinalis.
Klasifikasi:
Etiologi: Paten prosesus vaginalis (sama dengan hidrokel komunikan), memungkinkan organ abdomen masuk ke kanal inguinalis.
Manifestasi Klinis:
Penegakan Diagnosis:
Tatalaksana:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi