Kelainan Palpebra: Rangkuman Esensial

Palpebra atau kelopak mata, meski kecil, punya peran vital melindungi bola mata dan menjaga kualitas penglihatan. Gangguan pada palpebra seringkali menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan bisa mengancam penglihatan jika tidak ditangani dengan tepat. Dari infeksi ringan hingga kelainan posisi yang mengganggu, pemahaman mendalam tentang kelainan palpebra adalah kunci bagi setiap calon dokter. Yuk, kuasai esensinya untuk UKMPPD!

Definisi & Fungsi Palpebra

Palpebra (kelopak mata) adalah struktur pelindung yang menutupi bagian anterior bola mata.

Fungsinya meliputi:

  • Melindungi mata dari cedera fisik dan benda asing.
  • Menyebarkan lapisan air mata saat berkedip, menjaga kelembaban dan nutrisi kornea.
  • Mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata.

Klasifikasi Umum Kelainan Palpebra

Kelainan palpebra dapat dikelompokkan berdasarkan etiologi atau manifestasinya:

  • Kelainan Inflamasi/Infeksi: Contohnya hordeolum, kalazion, blefaritis.
  • Kelainan Posisi: Contohnya entropion, ektropion, ptosis.
  • Kelainan Kongenital: Anomali perkembangan sejak lahir.
  • Tumor Palpebra: Benigna atau maligna.
  • Trauma Palpebra: Luka atau cedera pada kelopak mata.

Hordeolum & Kalazion

Sering tertukar? Jangan sampai! Keduanya adalah peradangan kelenjar pada palpebra.

FiturHordeolum (Stye)Kalazion (Chalazion)
PenyebabInfeksi bakteri (sering Staphylococcus aureus) pada kelenjar Zeis/Moll (eksterna) atau Meibom (interna).Peradangan steril dan granulomatosa akibat sumbatan duktus kelenjar Meibom.
LokasiTepi palpebra (eksterna) atau dalam palpebra (interna).Dalam palpebra, jauh dari tepi.
NyeriNyeri, kemerahan, bengkak, hangat.Biasanya tidak nyeri, benjolan kenyal.
UkuranLebih kecil, terlokalisir.Bisa lebih besar, cenderung kronis.
TatalaksanaKompres hangat, antibiotik topikal (jika ada infeksi sekunder), insisi drainase (jika tidak membaik).Kompres hangat, injeksi kortikosteroid intralesi, insisi dan kuretase (jika tidak membaik).

Blefaritis

Blefaritis adalah peradangan kronis pada tepi palpebra.

Dibagi menjadi:

  • Blefaritis Anterior: Melibatkan kulit, folikel bulu mata, dan kelenjar Zeis/Moll. Sering disebabkan oleh Staphylococcus (ulseratif) atau seborrhoeic (non-ulseratif).
  • Blefaritis Posterior: Melibatkan kelenjar Meibom, sering terkait disfungsi kelenjar Meibom (MGD) atau rosasea.

Manifestasi Klinis:

  • Iritasi, gatal, rasa terbakar, sensasi benda asing.
  • Mata merah, berair, krusta pada bulu mata (terutama pagi hari).
  • Bulu mata rontok (madarosis), pertumbuhan bulu mata abnormal (trikiasis).

Tatalaksana:

  • Higiene palpebra: Kompres hangat, gosok kelopak mata dengan sampo bayi encer/pembersih khusus.
  • Antibiotik topikal (mis. eritromisin, azitromisin) atau oral (mis. doksisiklin) untuk kasus berat/kronis.
  • Air mata buatan.

Kelainan Posisi Palpebra

Gangguan posisi palpebra dapat mengganggu fungsi perlindungan dan penyebaran air mata.

  • Entropion: Palpebra melipat ke dalam, menyebabkan bulu mata menggesek kornea (trikiasis).
    • Etiologi: Involusional (usia), spastik, sikatrikal, kongenital.
    • Gejala: Iritasi, nyeri, fotofobia, mata merah, ulkus kornea.
    • Tatalaksana: Bedah (koreksi posisi), epilasi bulu mata sementara.
  • Ektropion: Palpebra melipat ke luar, menyebabkan konjungtiva terpapar.
    • Etiologi: Involusional (usia), paralitik (paresis N. VII), sikatrikal, kongenital.
    • Gejala: Epifora (mata berair), iritasi, mata kering, keratitis eksposur.
    • Tatalaksana: Bedah (koreksi posisi), air mata buatan.
  • Ptosis: Turunnya palpebra superior, menutupi sebagian atau seluruh pupil.
    • Etiologi: Aponeurotik (usia), neurogenik (paresis N. III, Horner syndrome), miogenik (miastenia gravis), mekanik, kongenital.
    • Gejala: Gangguan lapang pandang, posisi kepala kompensasi (dagu ke atas).
    • Tatalaksana: Bedah (koreksi), penanganan penyebab dasar.

Tumor Palpebra

Tumor pada palpebra dapat bersifat jinak (benigna) atau ganas (maligna).

  • Tumor Benigna:
    • Kista Moll: Kista retensi kelenjar Moll.
    • Kista Zeis: Kista retensi kelenjar Zeis.
    • Papiloma: Benjolan bertangkai, sering di tepi palpebra.
    • Nevus: Tahi lalat.
    • Xantelasma: Plak kekuningan, sering di sudut medial, terkait hiperlipidemia.
  • Tumor Maligna:
    • Karsinoma Sel Basal (BCC): Paling sering (90%), nodul berbatas tegas, ulserasi sentral (ulcus rodens), tepi meninggi (pearly border).
    • Karsinoma Sel Skuamosa (SCC): Lebih agresif, dapat metastasis, lesi eritematosa, berskuama, ulseratif.
    • Karsinoma Kelenjar Sebasea: Agresif, sering menyerupai kalazion kronis atau blefaritis, dapat rekuren, prognosis buruk.
    • Melanoma Maligna: Jarang, sangat agresif.

Kecurigaan malignansi:

  • Pertumbuhan cepat.
  • Ulkus yang tidak sembuh.
  • Kehilangan bulu mata di sekitar lesi (madarosis).
  • Perdarahan spontan.
  • Distorsi struktur palpebra.

Pendekatan Diagnosis Umum

Anamnesis detail mengenai onset, durasi, gejala penyerta (nyeri, gatal, gangguan penglihatan, riwayat trauma/infeksi).

Pemeriksaan Fisik:

  • Inspeksi: Perhatikan posisi palpebra, warna, pembengkakan, lesi, bulu mata.
  • Palpasi: Nyeri tekan, konsistensi benjolan.
  • Pemeriksaan slit lamp: Evaluasi tepi palpebra, konjungtiva, kornea.

Pemeriksaan Penunjang:

  • Biopsi: Untuk lesi yang dicurigai maligna.
  • Pewarnaan Gram dan kultur: Untuk infeksi bakteri.

Tatalaksana Umum

Bergantung pada etiologi dan jenis kelainan.

Prinsip umum:

  • Konservatif: Kompres hangat, higiene palpebra, air mata buatan, antibiotik/anti-inflamasi topikal.
  • Medikamentosa: Antibiotik oral (untuk infeksi berat/sistemik), kortikosteroid (untuk inflamasi non-infeksi).
  • Bedah: Untuk koreksi kelainan posisi (entropion, ektropion, ptosis), eksisi tumor, insisi drainase (hordeolum/kalazion yang tidak resolusi).

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds