Palpebra (kelopak mata) adalah struktur pelindung yang menutupi bagian anterior bola mata.
Fungsinya meliputi:
Kelainan palpebra dapat dikelompokkan berdasarkan etiologi atau manifestasinya:
Sering tertukar? Jangan sampai! Keduanya adalah peradangan kelenjar pada palpebra.
| Fitur | Hordeolum (Stye) | Kalazion (Chalazion) |
| Penyebab | Infeksi bakteri (sering Staphylococcus aureus) pada kelenjar Zeis/Moll (eksterna) atau Meibom (interna). | Peradangan steril dan granulomatosa akibat sumbatan duktus kelenjar Meibom. |
| Lokasi | Tepi palpebra (eksterna) atau dalam palpebra (interna). | Dalam palpebra, jauh dari tepi. |
| Nyeri | Nyeri, kemerahan, bengkak, hangat. | Biasanya tidak nyeri, benjolan kenyal. |
| Ukuran | Lebih kecil, terlokalisir. | Bisa lebih besar, cenderung kronis. |
| Tatalaksana | Kompres hangat, antibiotik topikal (jika ada infeksi sekunder), insisi drainase (jika tidak membaik). | Kompres hangat, injeksi kortikosteroid intralesi, insisi dan kuretase (jika tidak membaik). |
Blefaritis adalah peradangan kronis pada tepi palpebra.
Dibagi menjadi:
Manifestasi Klinis:
Tatalaksana:
Gangguan posisi palpebra dapat mengganggu fungsi perlindungan dan penyebaran air mata.
Tumor pada palpebra dapat bersifat jinak (benigna) atau ganas (maligna).
Kecurigaan malignansi:
Anamnesis detail mengenai onset, durasi, gejala penyerta (nyeri, gatal, gangguan penglihatan, riwayat trauma/infeksi).
Pemeriksaan Fisik:
Pemeriksaan Penunjang:
Bergantung pada etiologi dan jenis kelainan.
Prinsip umum:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi