Penyakit kelopak mata merupakan kondisi yang sering ditemui dalam praktik oftalmologi. Kelopak mata yang sehat sangat penting untuk melindungi mata dan menjaga kualitas penglihatan. Dalam bab ini, kita akan membahas empat kondisi kelopak yang paling umum: blefaritis (peradangan tepi kelopak), entropion (pelipatan kelopak ke dalam), hordeolum (infeksi kelenjar kelopak), dan kalazion (pembengkakan non-infektif kelenjar). Masing-masing kondisi memiliki presentasi klinis, penyebab, dan manajemen yang berbeda.
Blefaritis adalah peradangan pada margo palpebra (tepi kelopak mata) yang dapat melibatkan folikel rambut bulu mata. Kondisi ini sering disertai dengan pembentukan skuma (keropeng) atau krusta, dan dalam kasus yang lebih parah, dapat terjadi ulkus superfisial pada tepi kelopak.
Pasien dengan blefaritis biasanya datang dengan keluhan spesifik pada tepi kelopak mata. Gejala utama meliputi:
Gejala-gejala ini terjadi karena peradangan pada area yang sangat sensitif dan penuh dengan ujung saraf.
Blefaritis memiliki hubungan erat dengan beberapa kondisi dan faktor:
Penyebab utama:
Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan blefaritis:
Saat melakukan pemeriksaan mata, dokter akan menemukan tanda-tanda karakteristik pada kelopak:
Penatalaksanaan blefaritis berfokus pada kontrol infeksi, peradangan, dan kebersihan kelopak:
Pembersihan dan kompres:
Terapi antibiotik topikal: Gunakan salep antibiotik topikal yang cocok, seperti:
Aplikasikan 2 tetes atau 1 kali usapan salep setiap 2 jam hingga gejala hilang.
Edukasi pasien: Sangat penting untuk mendidik pasien tentang pencegahan jangka panjang, terutama mereka yang memiliki dermatitis seboroik:
Penting untuk mengenali jenis entropion karena setiap jenis memiliki mekanisme, presentasi, dan manajemen yang berbeda:
Entropion kongenital terjadi sejak lahir dan biasanya terkait dengan kelainan struktur kelopak. Jenis ini jarang terjadi pada bayi normal.
Entropion sikatrikal disebabkan oleh kontraksi jaringan parut setelah trauma mata atau inflamasi konjungtiva yang parah (seperti Stevens-Johnson syndrome atau trachoma). Jaringan parut menarik kelopak ke arah dalam.
Entropion spastik terjadi karena spasme otot orbikularis okuli yang dipicu oleh iritasi kornea yang berkelanjutan. Jenis ini sering terlihat pada pasien lansia dan biasanya reversibel jika iritasinya dapat dihilangkan.
Entropion senilis merupakan jenis entropion yang paling umum pada manula, disebabkan oleh degenerasi struktur penopang kelopak, termasuk:
Entropion mekanik muncul ketika mata tidak dapat menopang kelopak dengan baik, misalnya pada ptosis bulbi (mata tertarik ke dalam) atau setelah enukleasi (pengangkatan bola mata).
Kebanyakan kasus entropion memerlukan intervensi pembedahan untuk koreksi struktural. Pembedahan diperlukan untuk memperbaiki dan memperkuat struktur penopang kelopak agar dapat kembali pada posisi normal.
Meskipun penatalaksanaan konservatif (seperti obat tetes mata dan kompres) dapat memberikan bantuan simtomatik sementara, solusi permanen adalah pembedahan.
Hordeolum adalah peradangan supuratif (bernanah) pada salah satu kelenjar di kelopak mata. Dapat terbagi atas:
Kalazion adalah pembengkakan non-infektif pada kelenjar Meibom yang berkembang secara perlahan dan tidak disertai rasa nyeri akut. Merupakan bentuk peradangan granulomatosa kronik.
Hordeolum umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri *Staphylococcus* pada kelenjar sebasea kelopak.
Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan hordeolum:
Untuk memahami hordeolum: Infeksi *Staphylococcus* menyebabkan retensi sebum dalam kelenjar, yang kemudian mengalami pembesaran. Hal ini memicu respons peradangan dan akhirnya peradangan granulomatosa.
Untuk kalazion: Obstruksi dari sekresi kelenjar Meibom terjadi terlebih dahulu (mungkin dari pembakuan atau inspissasi lipid). Obstruksi ini memicu respons inflamasi granulomatosa kronik, bukan karena infeksi bakteri.
Perbedaan ini penting: hordeolum adalah infektif dan akut, sementara kalazion adalah non-infektif dan kronik.
Hordeolum menyebabkan gejala akut dan nyeri:
Kalazion menyebabkan gejala yang jauh lebih ringan:
Pada hordeolum eksternum:
Pada hordeolum internum:
Pada kalazion:
Penatalaksanaan Hordeolum:
Dalam banyak kasus, hordeolum akan mengalami drainase spontan dan penyembuhan dalam 1-2 minggu dengan perawatan konservatif.
Penatalaksanaan Kalazion:
Karena kalazion adalah kondisi non-infektif, pendekatannya berbeda:
Penting untuk membedakan antara kedua kondisi ini karena kalazion tidak memerlukan antibiotik agresif seperti hordeolum, melainkan fokus pada pengurangan peradangan.
Catatan Klinis Tambahan:
Hordeolum dapat berulang pada pasien dengan risiko tinggi. Dalam kasus hordeolum yang sering berulang, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor risiko yang mendasar, seperti diabetes melitus yang tidak terkontrol atau defisiensi imun.
Kalazion dalam beberapa kasus dapat hilang spontan, terutama jika ukurannya kecil. Namun, jika cukup besar, pasien mungkin memilih untuk menjalani pembedahan demi kenyamanan dan estetika.
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi