KNF memiliki distribusi geografis yang unik, dengan insidensi tinggi di daerah endemik seperti Tiongkok bagian selatan, Hong Kong, Taiwan, dan Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Pria lebih sering terkena dibandingkan wanita.
Berdasarkan klasifikasi WHO, KNF dibagi menjadi tiga tipe utama:
| Tipe WHO | Deskripsi | Asosiasi EBV | Prevalensi |
|---|---|---|---|
| Tipe I: Keratinizing Squamous Cell Carcinoma | Menunjukkan diferensiasi skuamosa yang jelas dengan pembentukan keratin. | Rendah | Jarang di daerah endemik, lebih sering di non-endemik. |
| Tipe II: Non-keratinizing Carcinoma (Differentiated) | Tidak menunjukkan keratinisasi, namun sel-selnya masih menunjukkan diferensiasi. | Tinggi | Umum di daerah endemik. |
| Tipe III: Non-keratinizing Carcinoma (Undifferentiated) | Tidak menunjukkan keratinisasi dan diferensiasi selular yang jelas. Sering disebut juga sebagai limfoepitelioma karena infiltrasi limfosit yang banyak. | Sangat Tinggi | Paling umum di daerah endemik, sangat sensitif terhadap radioterapi. |
Gejala KNF seringkali tidak spesifik pada stadium awal, sehingga diagnosis sering terlambat. Gejala dapat dikelompokkan berdasarkan lokasi:
Diagnosis KNF memerlukan kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Tatalaksana KNF bersifat multimodal, terutama melibatkan radioterapi dan kemoterapi. Pembedahan jarang menjadi pilihan utama untuk tumor primer.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi