Kardiomiopati Takotsubo, juga dikenal sebagai Stress-Induced Cardiomyopathy atau Broken Heart Syndrome, adalah sindrom disfungsi ventrikel kiri (LV) akut dan reversibel yang sering dipicu oleh stres emosional atau fisik berat. Kondisi ini meniru infark miokard akut (IMA) secara klinis dan elektrokardiografi, tetapi tanpa adanya penyakit arteri koroner obstruktif.
Pemicu utama adalah stres akut, baik emosional maupun fisik. Contoh pemicu:
Faktor risiko meliputi:
Patofisiologi pasti belum sepenuhnya dipahami, namun teori yang paling diterima adalah lonjakan katekolamin akut (epinefrin, norepinefrin) sebagai respons terhadap stres. Lonjakan ini menyebabkan:
Karakteristik khas adalah akinesis atau hipokinesis transien pada segmen apikal dan tengah ventrikel kiri, dengan hiperkinesis kompensasi pada segmen basal, menciptakan gambaran 'balon' apeks yang disebut apical ballooning. Bentuk ini menyerupai jebakan gurita Jepang (takotsubo), dari situlah nama penyakit ini berasal.
Gejala sangat mirip dengan sindrom koroner akut (ACS), membuat diagnosis awal sulit:
Seringkali didahului oleh peristiwa stres emosional atau fisik yang jelas dalam beberapa jam hingga hari sebelum onset gejala.
Diagnosis Kardiomiopati Takotsubo adalah diagnosis eksklusi, terutama setelah menyingkirkan IMA. Kriteria diagnostik yang paling umum digunakan adalah Mayo Clinic Criteria (revisi 2008):
Pemeriksaan penunjang:
| Kondisi | Karakteristik Kunci |
|---|---|
| Infark Miokard Akut (IMA) | Nyeri dada, perubahan EKG, peningkatan troponin. Dibedakan oleh adanya oklusi arteri koroner pada angiografi dan LGE pada CMR. |
| Miokarditis Akut | Inflamasi miokard, gejala mirip gagal jantung. Dibedakan oleh pola LGE pada CMR dan seringkali riwayat infeksi virus. |
| Feokromositoma | Krisis hipertensi, palpitasi, nyeri dada. Dapat menyebabkan kardiomiopati yang mirip karena pelepasan katekolamin berlebih. Dibedakan oleh kadar katekolamin urin/plasma tinggi. |
| Kardiomiopati Hipertrofik | Disfungsi diastolik, hipertrofi LV. Biasanya kondisi kronis, tidak dipicu stres akut. |
| Emboli Paru Akut | Dispnea, nyeri dada pleuritik, takikardia. Dibedakan oleh gambaran EKG dan CT angiografi pulmoner. |
Tatalaksana bersifat suportif dan bertujuan untuk mengatasi komplikasi akut serta mencegah pemicu di masa depan.
Prognosis Kardiomiopati Takotsubo umumnya baik, dengan pemulihan fungsi ventrikel kiri terjadi pada sebagian besar pasien dalam hitungan minggu hingga bulan. Namun, kekambuhan dapat terjadi (sekitar 2-5% per tahun).
Pencegahan berfokus pada manajemen stres. Mengidentifikasi dan mengelola pemicu stres emosional atau fisik adalah kunci untuk mengurangi risiko kekambuhan. Dukungan psikologis dan terapi perilaku kognitif dapat membantu.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi