Kanker Paru dan Infeksi Saluran Pernapasan pada PPOK

Komplikasi PPOK meliputi peningkatan risiko kanker paru dan infeksi saluran pernapasan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko kanker paru pada pasien PPOK meliputi:

Usia: Risiko meningkat seiring bertambahnya usia Riwayat merokok berat: Semakin panjang dan intensif paparan asap rokok, semakin tinggi risiko Derajat penurunan fungsi paru: Pasien dengan PPOK yang lebih berat cenderung memiliki risiko kanker paru yang lebih tinggi

Bahkan pada pasien dengan PPOK yang sudah established, berhenti merokok memberikan manfaat nyata terhadap:

Perlambatan penurunan fungsi paru Pengurangan frekuensi eksaserbasi Penurunan risiko kanker paru

Kultur Sputum: Pada infeksi yang berat atau berulang, kultur sputum sangat dianjurkan untuk:

Mengidentifikasi patogen spesifik Menentukan sensitivitas antibiotik Mencegah penggunaan antibiotik spektrum luas yang tidak perlu

Implikasi klinis:

Jika pasien PPOK menggunakan teofilin dan diberikan makrolida untuk infeksi, konsentrasi teofilin dapat mencapai tingkat yang merugikan Gejala toksisitas teofilin meliputi palpitasi, tremor, mual, dan aritmia Monitoring konsentrasi teofilin dalam serum menjadi penting, atau pertimbangkan alternatif antibiotik non-makrolida jika memungkinkan

Kanker Paru pada PPOK:

PPOK meningkatkan risiko kanker paru, terutama tipe emfisema Penatalaksanaan kanker mengikuti pedoman onkologi standar Penurunan fungsi paru dapat membatasi pilihan operasi Berhenti merokok adalah pencegahan terpenting

Infeksi pada PPOK:

Terapi infeksi mengikuti pedoman umum, bukan khusus untuk PPOK Kultur sputum dianjurkan untuk infeksi berat atau berulang Pneumonia berulang saat memakai kortikosteroid inhalasi ⇒ hentikan kortikosteroid terlebih dahulu Makrolida meningkatkan konsentrasi teofilin ⇒ monitor atau pertimbangkan alternatif

Referensi

  1. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Penyakit Paru Obstruktif Kronik — KEMKES RI
Customer Support umeds