Iridosiklitis adalah peradangan pada struktur intraokular di bagian depan mata, khususnya melibatkan iris dan badan siliaris. Kondisi ini merupakan bentuk uveitis anterior yang penting untuk dikenali karena dapat menyebabkan penurunan penglihatan jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Memahami penyebab, gejala, dan penanganan iridosiklitis sangat penting dalam praktik oftalmologi.
Iridosiklitis didefinisikan sebagai peradangan simultan pada iris dan badan siliaris (corpus ciliare). Iris adalah bagian berwarna mata yang mengelilingi pupil, sementara badan siliaris adalah struktur otot yang mengontrol lensa dan memproduksi humor akueus (cairan di dalam mata).
Peradangan terjadi melalui berbagai mekanisme patogenik:
Reaksi Imun: Peradangan dapat dipicu oleh reaksi hipersensitivitas, baik lokal maupun sistemik. Sel-sel imun menginfiltrasi struktur uvea, menyebabkan edema dan kerusakan jaringan.
Infeksi: Beberapa agen infeksi dapat langsung menyerang atau memicu respons imun yang menyebabkan iridosiklitis:
Penyakit Autoimun: Penyakit sistemik berikut sering dikaitkan dengan iridosiklitis:
Faktor Lainnya: Trauma okular, tumor intraokular, atau penyebab idiopatik (tidak diketahui) juga dapat memicu iridosiklitis.
Nyeri Ocular: Ini adalah gejala utama dan sangat karakteristik. Nyeri bersifat dangkal (di permukaan atau sekitar mata) dan sering bertambah parah ketika kelopak mata disentuh atau bergerak. Nyeri dapat menjalar ke temporal (pelipis) atau area periorbital (sekitar mata). Mekanismenya adalah kontraksi badan siliaris yang meradang saat mata bergerak atau kelopak mata menekan bola mata.
Fotofobia: Pasien sangat sensitif terhadap cahaya. Ini terjadi karena iris yang meradang bergerak saat merespons cahaya, yang memperberat rasa nyeri. Fotofobia seringkali membuat pasien tidak nyaman membuka mata di tempat terang.
Penglihatan Kabur: Pandangan menjadi tidak jelas (blurring), biasanya terjadi unilateral (satu mata saja). Ini disebabkan oleh edema (pembengkakan) pada kornea atau adanya sel radang dalam humor akueus yang menghalangi jalan cahaya.
Injeksi Siliaris/Perilimbal: Pada pemeriksaan, dapat terlihat pembuluh darah yang melebar di sekitar limbus (perbatasan antara kornea dan sklera). Berbeda dengan injeksi konjungtiva (kemerahan di seluruh konjungtiva), injeksi siliaris bersifat lokal dan berkaitan dengan peradangan struktur uvea.
Keratic Precipitates (+): Deposit putih kecil terlihat pada permukaan dalam kornea (endotel kornea). Ini adalah akumulasi sel radang yang menempel pada kornea. Temuan ini pathognomonis (sangat karakteristik) untuk uveitis anterior.
Edema Stroma Kornea: Pembengkakan pada lapisan tengah kornea menyebabkan penglihatan kabur dan dapat memengaruhi transparansi kornea.
Aqueous Flare dan Hipopion:
Sinikia Posterior: Iris yang meradang dapat lengket pada lensa (posterior synechia). Ini merupakan komplikasi yang perlu dicegah karena dapat membatasi gerakan pupil.
Lentikular Precipitat: Deposit pada kapsul anterior lensa, menunjukkan perjalanan peradangan ke struktur lensa.
Tekanan Intraokular (TIO): TIO dapat berfluktuasi:
Monitoring TIO penting karena peningkatan kronis dapat menyebabkan glaukoma sekunder.
Berbagai tes darah dapat dilakukan untuk mengidentifikasi infeksi atau penyakit autoimun:
Midriatikum-Sikloplegik: Obat ini sangat penting dan bekerja pada dua level:
Efeknya adalah mengurangi nyeri karena otot siliaris yang meradang tidak berkontraksi, serta mencegah sinikia posterior (iris tidak bergerak untuk lengket pada lensa).
Kortikosteroid Topikal: Mengendalikan peradangan lokal dengan menghambat respons imun:
Penting untuk memulai dengan dosis tinggi dan turunkan secara bertahap sesuai respons klinis.
Kortikosteroid Sistemik: Diberikan jika:
NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drug): Diberikan ketika:
Immunosuppressive: Diberikan ketika:
Sangat penting untuk mengidentifikasi dan mengobati penyakit yang mendasari iridosiklitis:
Tanpa menangani penyebab, iridosiklitis akan terus berulang.
Prognosis iridosiklitis umumnya baik tetapi bergantung pada beberapa faktor:
Faktor Positif:
Faktor Merugikan:
Kesimpulannya: Prognosis visual sangat baik dengan deteksi dini dan manajemen yang tepat, serta identifikasi dan penanganan penyakit penyebab.
Ringkasan Kunci untuk Studi Ujian:
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi