Intoksikasi adalah kondisi akut akibat konsumsi zat psikoaktif, menyebabkan gangguan kesadaran, kognisi, persepsi, afek, atau perilaku.
Stimulan adalah zat yang meningkatkan aktivitas sistem saraf pusat, sedangkan halusinogen adalah zat yang mengubah persepsi, pikiran, dan emosi secara signifikan.
Stimulan umumnya meningkatkan pelepasan neurotransmitter monoamin (dopamin, norepinefrin, serotonin) di celah sinaps, atau menghambat reuptake-nya, menyebabkan peningkatan aktivitas saraf.
Halusinogen mayoritas bekerja sebagai agonis parsial pada reseptor serotonin 5-HT2A di korteks serebri, mengubah sirkuit saraf yang terlibat dalam persepsi dan kognisi. PCP dan ketamin bekerja melalui antagonisme reseptor NMDA.
| Gejala/Tanda | Intoksikasi Stimulan | Intoksikasi Halusinogen |
| Psikologis | Euforia, agitasi, iritabilitas, paranoid, halusinasi (biasanya auditorik atau taktil), ide-ide kebesaran. | Perubahan persepsi (visual, auditorik, taktil), depersonalisasi, derealisasi, sinestesia, distorsi waktu, disforia, panik, ide paranoid, "bad trip". |
| Fisiologis/Otonom | Takikardia, hipertensi, midriasis, berkeringat, hipertermia, mual/muntah, tremor, kejang, aritmia, infark miokard. | Midriasis, takikardia, palpitasi, berkeringat, tremor, inkoordinasi, mual. Gejala fisik umumnya kurang dominan dibandingkan efek psikologis, kecuali pada dosis sangat tinggi atau zat tertentu (misal: PCP bisa menyebabkan rigiditas, nistagmus, kejang). |
| Perilaku | Agitasi psikomotor, agresif, peningkatan energi, kewaspadaan berlebihan, bicara cepat, penurunan kebutuhan tidur. | Perilaku tidak terorganisir, impulsif, kadang agresif (terutama PCP), menarik diri, kebingungan, panik. |
Diagnosis ditegakkan berdasarkan:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi