Intoksikasi terjadi ketika seseorang mengonsumsi depresan SSP dalam jumlah berlebihan, menyebabkan penekanan fungsi SSP akut.
Sebagian besar depresan SSP bekerja dengan mempotensiasi efek neurotransmitter GABA (Gamma-Aminobutyric Acid), terutama pada reseptor GABA-A. Peningkatan aktivitas GABA menyebabkan influks ion klorida ke dalam neuron, menghiperpolarisasi membran sel, dan menekan eksitabilitas neuron.
Withdrawal (Putus Zat) terjadi ketika penggunaan depresan SSP dihentikan secara tiba-tiba atau dosisnya dikurangi secara drastis setelah penggunaan jangka panjang, menyebabkan hipereksitabilitas SSP.
Penggunaan depresan SSP jangka panjang menyebabkan adaptasi saraf, termasuk down-regulasi atau desensitisasi reseptor GABA. Ketika zat dihentikan, sistem saraf pusat menjadi hipereksitabel karena tidak ada lagi efek penekan, dan sistem GABA tidak dapat merespons secara adekuat.
Gejala bervariasi tergantung jenis zat dan tingkat ketergantungan. Umumnya bersifat kebalikan dari intoksikasi.
Sindrom Withdrawal Alkohol dapat berkembang menjadi Delirium Tremens (DTs), kondisi gawat darurat dengan disorientasi berat, halusinasi, agitasi, takikardia, hipertensi, dan demam, seringkali 48-96 jam setelah konsumsi alkohol terakhir.
| Fitur | Intoksikasi Depresan SSP | Withdrawal Depresan SSP |
|---|---|---|
| Penyebab | Konsumsi berlebihan zat depresan SSP | Penghentian/penurunan dosis zat depresan SSP setelah penggunaan jangka panjang |
| Mekanisme | Peningkatan aktivitas GABAergi | Hipereksitabilitas SSP akibat adaptasi saraf |
| Kesadaran | Menurun (somnolen, stupor, koma) | Meningkat (ansietas, agitasi, delirium) |
| Pupil | Miosis atau normal (terkadang midriasis pada barbiturat dosis tinggi) | Midriasis |
| Pernapasan | Depresi pernapasan (bradipnea) | Normal atau takikardia |
| Jantung | Bradikardia, hipotensi | Takikardia, hipertensi |
| Neurologis | Ataksia, disartria, nistagmus, hiporefleksia | Tremor, kejang, hiperrefleksia, halusinasi |
| Gejala lain | Hipotermia | Diaforesis, mual/muntah, nyeri kepala, demam |
| Tatalaksana | ABC, antidotum (jika ada), suportif | Benzodiazepin (tapering), suportif |

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi