Intertrigo adalah peradangan kulit superfisial yang terjadi di daerah lipatan kulit. Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi tiga faktor utama: gesekan antar permukaan kulit, kelembaban tinggi, dan suhu panas yang terperangkap di area tertutup. Meskipun sering kali dimulai sebagai peradangan murni, intertrigo memiliki kecenderungan tinggi untuk berkembang menjadi infeksi sekunder, terutama oleh bakteri.
Intertrigo paling sering terjadi pada individu dengan faktor risiko spesifik, seperti penderita obesitas, bayi, lansia, pasien yang berbaring lama, atau mereka dengan inkontinensia urin atau feses. Kondisi ini lebih prevalen di iklim panas dan lembab.
Ketika intertrigo berkembang menjadi infeksi, beberapa bakteri dapat menjadi penyebabnya. Memahami bakteri-bakteri ini penting karena manifestasi klinis dapat sedikit berbeda tergantung patogen:
Streptococcus beta-hemolitik (terutama Grup A, B, dan D) adalah bakteri gram-positif yang sering menyebabkan infeksi intertrigo, khususnya pada anak-anak.
Staphylococcus aureus adalah bakteri gram-positif lain yang umum ditemukan dan dapat menyebabkan infeksi yang lebih invasif.
Pseudomonas aeruginosa adalah bakteri gram-negatif yang berasosiasi dengan lingkungan basah dan memiliki karakteristik unik yang akan dijelaskan lebih lanjut dalam manifestasi klinis.
Corynebacterium minutissimum dan Kytococcus sedentarius adalah bakteri kurang umum tetapi penting untuk diketahui sebagai penyebab potensial.
Untuk memahami mengapa intertrigo begitu sering terjadi pada lipatan kulit, penting mengetahui kondisi khusus yang tercipta di area tersebut.
Lipatan kulit menciptakan lingkungan tertutup dengan kelembaban tinggi, sirkulasi udara minimal, dan suhu yang meningkat. Kondisi ini sangat mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Ketika kelembaban terus-menerus merendam kulit (maserat), fungsi perlindungan kulit terganggu, dan lapisan kulit terluar menjadi lebih rapuh.
Gesekan berulang antara dua permukaan kulit menambah trauma lokal, menciptakan microabrasion dan mengganggu integritas kulit lebih lanjut. Kombinasi antara kelembaban, panas, gesekan, dan rusaknya barrier kulit ini memudahkan bakteri komensal (bakteri yang normally hidup di kulit) atau patogen untuk mengkolonisasi dan berkembang menjadi infeksi.
Tanda dan gejala intertrigo dapat bervariasi tergantung derajat peradangan dan jenis infeksi yang ada. Manifestasi umum meliputi:
Karakteristik tertentu dapat membantu mengidentifikasi patogen spesifik:
Infeksi Pseudomonas aeruginosa menghasilkan pigmen yang dapat mewarnai area sekitar atau bahkan pakaian dalam dengan warna hijau-kebiruan. Tanda ini sangat khas dan membantu diagnosis cepat.
Infeksi Streptococcus beta-hemolitik, terutama pada anak-anak, biasanya terlihat sebagai area merah terang yang bersinar, sering dengan warna yang cukup khas. Area ini juga mungkin mengeluarkan bau tidak sedap. Lokasi yang paling sering pada anak adalah leher (under chin), aksila (ketiak), atau inguinal (lipatan paha).
Untuk mengidentifikasi patogen dengan pasti, beberapa pemeriksaan dapat dilakukan:
Kultur Bakteri: Pengambilan sampel dari lesi untuk kultur adalah standar emas dalam mengidentifikasi bakteri penyebab spesifik. Sampel biasanya diambil dengan swab steril dari area yang paling aktif atau dari cairan eksudasi.
Pemeriksaan Wood's Lamp: Lampu khusus ultraviolet ini dapat membantu mengidentifikasi infeksi tertentu. Misalnya, beberapa strain Pseudomonas mungkin menunjukkan fluoresensi tertentu.
Pemeriksaan KOH 10-20%: Preparat Kalium Hidroksida digunakan untuk menyingkirkan infeksi jamur, karena jamur (seperti Candida atau Malassezia) juga dapat menyebabkan peradangan pada lipatan. Pemeriksaan ini penting dalam diagnosis banding karena gejala jamur dapat menyerupai infeksi bakteri.
Diagnosis intertrigo dikonfirmasi melalui kombinasi:
Penting untuk memastikan bahwa diagnosis bukan kondisi lain dengan presentasi serupa.
Karena intertrigo dapat menyerupai kondisi kulit lainnya, diagnosis banding penting untuk dipertimbangkan:
Infeksi Bakteri Alternatif: Seperti erysipelas, impetigo, atau infeksi bakteri gram-negatif lainnya. Lokasi di lipatan khususnya membuat intertrigo karakteristik.
Infeksi Jamur: Dermatofitosis (seperti tinea corporis), Candida (sering pada lipatan), atau Malassezia furfur dapat menyebabkan peradangan lipatan serupa. Pemeriksaan KOH dapat membantu membedakan.
Kondisi Dermatologis Lainnya:
Riwayat pasien, lokasi spesifik lesi, dan hasil pemeriksaan penunjang akan membantu membedakan intertrigo dari kondisi-kondisi lain ini.
Langkah paling fundamental dan sering terlupakan adalah menjaga area tetap kering. Ini meliputi:
Antibiotik Topikal: Mupirocin adalah antibiotik topikal pilihan untuk infeksi bakteri ringan hingga sedang. Efektif melawan Staphylococcus dan Streptococcus. Biasanya dioleskan 2-3 kali sehari selama 7-10 hari.
Antijamur Topikal: Jika ada komponen infeksi jamur atau riwayat infeksi jamur, nystatin atau ketokonazol dapat ditambahkan. Ini penting karena infeksi bakteri dan jamur sering terjadi bersamaan pada lipatan.
Kortikosteroid Topikal: Hidrokortison 1% (potensi rendah) dapat ditambahkan bersama antibiotik atau antijamur untuk mengurangi peradangan, terutama jika gejala peradangan dominan. Takrolimus (inhibitor kalsineurin) adalah alternatif untuk area sensitif seperti lipatan pada anak.
Jika infeksi bakteri berat, lokal, atau tidak merespons terapi topikal, antibiotik oral diperlukan:
Untuk infeksi ringan: Bersihkan area â Keringkan â Oleskan mupirocin 2-3x sehari ± hidrokortison 1%
Untuk infeksi sedang dengan komponen jamur: Bersihkan â Keringkan â Mupirocin + nystatin/ketokonazol 2-3x sehari ± hidrokortison 1%
Untuk infeksi berat atau tidak respons: Antibiotik oral (penisilin/cefalexin 10 hari) + perawatan topikal seperti di atas
Komplikasi utama intertrigo adalah infeksi sekunder yang lebih luas. Bakteri dan jamur sering berkembang biak secara bersamaan di lingkungan basah ini, sehingga infeksi polimikrobial umum terjadi. Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar ke daerah sekitarnya atau, dalam kasus yang jarang, menyebabkan infeksi sistemik.
Secara umum, prognosis intertrigo sangat baik dengan pengobatan yang tepat. Mayoritas pasien akan membaik dalam 2-3 minggu terapi. Namun, tingkat kekambuhan cukup tinggi terutama pada kelompok pasien tertentu:
Pada kelompok-kelompok ini, tindakan preventif jangka panjang dan manajemen faktor risiko menjadi sangat penting untuk mencegah rekurensi.
Untuk pasien yang mengalami atau berisiko tinggi intertrigo, edukasi adalah kunci mencegah rekurensi:
Edukasi pasien dan keluarga tentang faktor-faktor ini meningkatkan kepatuhan dan mengurangi kekambuhan secara signifikan.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi